Peristiwa

Sidang PSHT Live Streaming Youtube di PN Madiun Tiba-tiba Putus

Madiun (beritajatim.com) – Sidang putusan konflik kepengurusan Yayasan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang dilakukan live streaming di Pengadilan Negeri Madiun channel youtube tiba-tiba berhenti dan tidak bisa diakses kembali.

Padahal sidang via streaming tersebut telah ditunggu-tunggu kedua kubu yang saat ini bersengketa di Pengadilan Negeri Madiun.  Sebelumnya Walikota Madiun dan Forkopimda setempat telah meminta kedua pendukung untuk tidak menghadiri sidang agar situasi di Kota Madiun kondusif.

Beritajatim.com sempat mengikuti sidang selama 1 jam namun tiba-tiba menghilang dan layar youtube ada peringatan ‘video ini dihapus dan melanggar persyaratan youtube’. berikut linknya:

Kontan saja akibat tidak bisa live streaming tersebut membuat kedua kubu langsung bergerak dari Padepokan PSHT di Jalan Merak menuju PN Madian di jalan Soekarno Hatta.

“Kami laporkan ratusa massa bergerak menuju pengandilan, jalanan dari barat barat jalan Soekarno-Hatta padat,” ungkap netizen yang melaporkan via facebook.

Panglima Kodam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah sebelumnya juga telah mengimbau perwakilan pimpinan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) agar tak mudah terprovokasi dengan adanya suatu informasi yang belum diketahui kebenarannya terkait putusan sidang yang akan datang.

“Terutama di media sosial. Karena, medsos ini jejaring sosial yang luas dan dapat disalahartikan oleh orang-orang yang sebenarnya tidak mengetahui persoalan sebetulnya,” ujar Pangdam dalam
pertemuannya dengan perwakilan PSHT. Rabu (17 /06/2020).

Sidang PSHT live dari PN Madiun sebelum Putus

Konflik Kepengurusan 

Seperti diketahui, saat ini kepemimpinan PSHT pusat di Madiun ada dua, yakni R. Moerdjoko HW dan M. Taufik. Mereka ini saling mengklaim sebagai ketua umum PSHT yang sah.

Konflik ini bermula dari Parapatan Luhur atau musyawarah besar PSHT yang digelar Maret 2016. Saat itu, Majelis Luhur memutuskan M. Taufik sebagai Ketua Umum PSHT periode 2016-2021. Karena sejumlah alasan, PSHT kemudian menggelar Parapatan Luhur di Padepokan Agung PSHT di Madiun pada Oktober 2017.

Acara itu menghasilkan keputusan R. Moerdjoko HW sebagai Ketua Umum PSHT menggantikan M. Taufik. Konflik kepemimpinan ini pun berlanjut sampai ke meja hijau.

Wali Kota Madiun, Maidi, melarang seluruh pesilat PSHT dari kedua kubu datang ke pengadilan pada Kamis nanti. Selain itu, seluruh pesilat PSHT yang berasal dari luar Kota Madiun baik itu dari Ponorogo, Ngawi dan Magetan juga akan disekat dan tidak boleh masuk kota.  (ted)

 

 

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar