Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sidang Isbat Nikah Keliling di Mojokerto Diikuti 12 Pasutri

Sejumlah pasutri mengikuti Sidang Isbat Nikah yang berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto kembali berkolaborasi dengan Pengadilan Agama (PA) Mojokerto serta stakeholder menggelar Sidang Isbat Nikah keliling. Sidang Isbat Nikah yang berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto ini diikuti 12 pasangan suami-istri (pasutri).

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati turut menyaksikan puluhan pasutri yang sebelumnya telah melangsungkan nikah siri atau nikah tidak melalui Kantor Urusan Agama (KUA), kini telah dinyatakan resmi menurut aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Ini setelah pasutri tersebut usai menjalani pengesahan nikah atau isbat nikah.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, isbat nikah tersebut bertujuan untuk memberikan kejelasan hukum terkait status pernikahan. Tak hanya itu, setelah status pernikahannya tercatat, pasutri tersebut sedikit banyak akan mengurangi permasalahan terkait hak waris dan masalah catatan kependudukan.


“Tentunya semua yang sudah memenuhi syarat, itu harus segera diresmikan agar tidak menimbulkan masalah. Karena apa? Nanti hak warisnya jelas. Kemudian soal kependudukan, kalau ada program pemerintah, bantuan misalnya. Kalau sudah suami istri tapi tidak satu KK, ini nanti akan jadi masalah lagi,” ungkapnya, Jumat (30/9/2022).

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini berharap, kedepannya nanti pasangan yang memang belum secara resmi pernikahannya tercatat di KUA akan semakin banyak yang mengajukan permohonan pengesahan nikah. Pengesahan status pernikahan merupakan salah satu hal yang juga menjadi perhatian pemerintah.

“Terlebih, kini pemerintah telah mengadakan isbat nikah keliling. Di mana hal ini bisa membantu meringankan pasangan suami istri dalam proses pengesahan status pernikahan. Ini adalah salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah, kita akan pengupayakan. Kalau di Pengadilan Agama ada anggaran untuk para masyarakat yang mengajukan isbat nikah yang tidak mampu, nanti akan dibantu oleh Pengadilan Agama,” tegasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar