Peristiwa

Sosok Gerry, Penata Busana di Jember yang Dibunuh

Setia Kawan, Menangis Saat Anjing Kesayangan Hendak Disuntik Mati

Jember (beritajatim.com) – Yohanes Satriyo Leonardo Gerry (36), fashion stylist atau penata busana di Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditemukan tewas dalam keadaan berlumur darah, Jumat (15/5/2020) malam. Selama ini dia dikenal sebagai sosok yang total dalam berkarya dan berperasaan halus.

“Gerry orang yang sangat tulus dalam berteman, totalitas dalam berkarya dan sangat percaya diri. Dia tidak pernah berhitung dalam membantu teman, siap berkorban waktu dan pikirannya tanpa mengharap balasan apapun,” kata Linda H, salah satu kawannya.

Lindsa punya kenangan menarik soal Gerry pada awal Maret lalu. Saat itu, mereka bertemu di kantor Linda dan ngobrol-ngobrol. Gerry mengaku tengah bersedih dan kehilangan selera makan. “Dia sedih anjingnya mau disuntik mati karena ketuaan. Dia bingung, mau mengizinkan dokter menyuntik mati anjing itu, dia tidak tega,” kata Linda.

Menurut Linda, anjing itu menemani Gerry mulai kecil. “Tidak disuntik mati ya kasihan karena anjingnya sudah tua dan sudah tidak mau makan,” katanya.

Gerry bercerita sambil menangis. “Dari situ aku merasakan, dia ini sangat penyayang. Anjing saja sampai ditangisi begitu, sampai kebawa tak enak makan. Mungkin karena saat itu memang anjingnya satu satunya yang menemani dia dirumah. Jadi dia memang sangat tulus,” kata Linda.

Di mata Linda, Gerry adalah sosok yang sangat cerdas, mudah bergaul, dan multi talenta. “Dia seorang koreografer handal yang disiplin, desainer, bisa make up, bisa berperan jadi MC, dan seorang mantan foto model. Dia juga konseptor acara yang sangat bisa diandalkan,” katanya.

Gerry adalah orang pertama yang mengajari Linda cara memanajemen acara dengan sentuhan menghibur. “Sering aku diomeli kalau aku agak melemah karena ada hal yang tidak sesuai rencana. Dia mengajari aku buat survive dan tidak menyerah,” jelasnya.

“Dia memang dosok yang perfeksionis, baik hati, care dengan teman dan selalu penuh totalitas dalam pekerjaan apapun. Kami sama-sama terlibat dalam penyelenggaraan JFC (Jember Fashion Carnaval),” tambah Amir Sidiq Ansyori, Marketing Director Digphotoworks dan Event Director Jatim Winner.

“Kami makin dekat karena bekerja dalam event dan akhirnya kerja di kantor kami. Sering kami berselisih paham namun akhirnya berbaikan saat itu juga. Semua karena dia ingin mewujudkan semua dengan baik, imajinasinya luar biasa,” kata Amir.

Kematian Gerry membuat Linda terpukul. “Saya tidak bisa tidur,” katanya.

Gerry tewas berlumur darah dengan luka di bagian kepala dan berposisi tengkurap. “Kami masih melakukan penyelidikan. Jenazahnya masih otopsi,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Fran Dalanta.

Polisi menduga Gerry dianiaya. “Kami mengamankan beberapa barang yang kami duga digunakan pelaku,” kata Fran.

Selain itu mobil Gerry tidak ada di tempat. “Keluarga korban mengatakan mobil korban tak ada. Masih kami lakukan penyelidikan,” katanya. Keluarga tidak bisa menghubungi Gerry selama dua hari sebelum ditemukan tewas. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar