Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Setelah Tiga Kali Gagal Ziarah ke Makam Gus Dur

Para peziarah yang mulai berkunjung ke makam Gus Dur di Tebuireng Jombang, Senin (1/11/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Bus berisi sekitar 50 penumpang bergerak lambat-lambat di area parkir makam Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), Senin (1/11/2021). Para penumpang yang rata-rata bersarung dan berpeci itu turun dari bus tersebut. Semuanya pakai masker.

Mereka adalah rombongan dari LP (Lembaga Pendidikan) Maarif NU (Nahdlatul Ulama) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Seluruh rombongan kemudian memasuki gerbang masuk makam di komplek pesantren Tebuireng Jombang. Satu persatu dari rombongan itu mencuci tangan menggunakan sabun di tempat yang sudah disediakan.

Di pintu masuk komplek makam, para peziarah dideteksi suhu badannya menggunakan alat khusus. Satu per satu secara berurutan. Jika tidak ada masalah, maka mereka masuk ke lokasi ziarah di komplek makam dzuriyah Tebuireng tersebut.

Sejurus kemudian, doa-doa mengalun dengan khidmat, memecah kesunyian di pusara keluarga pesantren Tebuireng siang itu. Di makam itulah bersemayam orang-orang besar. Ada makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid, KH Salahuddin Wahid, KH Yusuf Hasyim, serta makam tokoh-tokoh Tebuireng lainnya.

Sekitar 20 menit para peziarah berdoa di makam Gus Dur. Setelah itu mereka meninggalkan lokasi. Kembali ke bus berada di area parkir. Adalah M Zainudin (45), salah satu orang melakukan ziarah tersebut. Warga Jepara ini sangat bersyukur akhirnya bisa menziarahi makam Gus Dur beserta dzuriyah atau keluarga Tebuireng lainnya.

Betapa tidak, Zainudin sudah tiga kali gagal ziarah ke komplek makam Gus Dur karena ditutup akibat pandemi Covid-19. “Alhamdulillah hari ini bisa ziarah ke makam Gus Dur. Sebelumnya, saya tiga kali gagal ziarah. Karena makam Gus Dur ditutup untuk umum,” kata Zainudin.

Zainudin mengungkapkan, dirinya berangkat secara rombongan satu bus dari Jepara. Jumlahnya sekitar 50 orang. Mereka adalah para Kepala Madrasah Diniyah. “Tiga kali gagal (ziarah). Ini yang keempat. Alhamdulillah makam Gus Dur sudah buka untuk umum,” lanjutnya.

Situasi makam Gus Dur di hari pertama dibuka

Warga Jepara ini tidak keberatan dengan ketatnya protokol kesehatan (prokes) di lokasi makam. Karena hal itu berguna untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Makanya, seluruh rombongan dari Jepara mematuhi aturan tersebut. Memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.

Bus rombongan asal Jepara mulai bergerak lambat-lambat meninggalkan area parkir makam Gus Dur. Menyusuri jalanan beraspal hingga menghilang di tikungan jalan. Seiring dengan itu, bus dari rombongan lainnya datang. Para penumpang turun dari kendaraan. Masuk gerbang, mencuci tangan, mengukur suhu badan, memakai masker, lalu merapal doa.

Pengasuh pesantren Tebuireng Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzik atau Gus Fahmi terlihat memantau gelombang peziarah. Itu untuk memastikan bahwa peziarah benar-benar mentaati prokes. Karena per hari ini komplek makam Tebuireng dibuka untuk umum.

Gus Fahmi mengungkapkan, makam Gus Dur ditutup selama 19 bulan sejak pandemi Covid-19. Seiring laju waktu, kasus Covid di Jombang melandai, bahkan sudah masuk level 1. Oleh sebab itu, makam Gus Dur pun dibuka untuk umum. Namun dengan persyaratan ketat.

Keputusan dibukanya makam Gus Dur itu tertuang dalam surat edaran Nomor: 1760/I/HM 00 01/PENG/X/2021. Surat edaran yang diterbitkan 23 Oktober 2021 tersebut memuat delapan poin. Di antaranya, selama November – Desember makam hanya dibuka pukul 08.00 – 13.30 WIB (untuk bulan berikutnya melihat hasil evaluasi). Sedangkan hari Jumat, makam ditutup total untuk umum.

“Poin lainnya, area makam Gus Dur dibatasi hanya 150 orang, selebihnya menunggu di parkiran dan akan diatur sesuai giliran. Lalu, para peziaran harus sudah vaksin dosis dua. Sedangkan, durasi ziarah hanya 20 menit per orang/rombongan,” ujar cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari ini.

Gus Fahmi menambahkan, peziarah juga dilarang menggunakan pengeras suara. Selain itu, seluruh peziarah juga wajib mentaati protokol kesehatan (prokes), yakni mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, serta menjaga jarak.

“Peziarah yang pertama tadi rombongan dari Kabupaten Indramayu. Selain memanjatkan doa, juga melakukan tabur bunga di makam keluarga Tebuireng. Hari pertama sudah ada ratusan peziarah,” kata Gus Fahmi. [suf/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar