Peristiwa

Setelah Kebakaran Panderman, Welirang dan Arjuno, Jalur Pendakian Tamiajeng Siaga

Mojokerto (beritajatim.com) – Banyaknya kasus kebakaran hutan yang di bebagai jalur pendakian gunung, membuat petugas di jalur pendakian Gunung Penanggungan di Desa Tamiajeng, meningkatkan statusnya menjadi siaga.

Selain menggelar apel siaga, nantinya petugas juga memberikan memberikan pengetahuan kepada pendaki tentang bagaimana mencegah dan menyelamatkan diri jika terjadi kebakaran.

“Ya kita berikan pemahaman kepada mereka agar tidak tergesa-gesa turun saat terjadi kebakaran, bisa jadi mereka akan disambut dengan api. Caranya, ya cari tempat yang vegetasinya pendek, yamg bisa kelihatan sekitar sehingga bisa tentukan jalur yang aman,” jelas Habib, anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tamiajeng, Minggu (4/8/2019).

Habib juga mengungkapkan, Gunung Penanggungan sebenarnya sudah mempunyai area yang dinamakan Sekat Bakar yang berada antara selter 1 dan selter 2 di Puncak Bayangan. Guna Sekat Bakar ini adalah untuk menghalau api agar tidak masuk ke perkemahan pendaki saat terjadi kebakaran. “Kami pangkas rerumputan panjang disana, jadi vegetasinya lebih pendek, api juga sulit merambat kalo gitu,” tambahnya.

Saat ditanya terkait penanggulangan apabila terjadi kebakaran sewaktu-waktu, pihak LMDH Tamiajeng sudah antisipasi dengan cara pemandaman secara manual terlebih dahulu. Untuk gunakan alat pemadam lainnya pihak LMDH Tamiajeng mangaku kesulitan, selain medan yang sulit dan berat sehingga menghambat perjalanan menuju titik api. Ditambah lagi di Gunung Penanggungan tidak terdapat sumber air sama sekali.

Maka dengan gunakan dahan pohon adalah hal yang paling tepat, yakni dimana dahan pohon yang masih hijau, dipukulkan pada api. Pemilihan pohon juga tidak sembarangan. Salah satunya adalah pohon Akasia yang banyak daunnya dan tidak mudah terbakar.

Hingga kini, jumlah pendaki Gunung Penanggungan melalui jalur Desa Tamiajeng masih normal bahkan meningkat. “Loh malah kita mengalami peningkatan, pendaki yang mau ke Welirang, Arjuno kan tidak bisa naik, jalurnya masih ditutup, jadi mereka pilih naik Gunung penanggungan,” pungkas Habib. [lis/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar