Peristiwa

Serudukan di Jalur Pacet, Korban Rombongan Pelajar SMKN 1 Sampang

Kendaraan yang mengalami kecelakaan di jalur Sendi AMD Desa Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak empat korban kecelakaan di jalur Sendi AMD Desa Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto dievakuasi ke RS Sumberglagah, Minggu (11/4/2021). Korban merupakan rombongan pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sampang.

Kedua mobil Toyota Avanza dan Honda Mobilio M 1878 NB berjalan dari arah selatan ke utara atau dari Batu ke Mojokerto. Mobil Honda Mobilio dikendarai Arief Tri Wahyudi (34) warga Kecamatan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang berhenti di pinggir jalan sisi kiri untuk mendinginkan mesin.

Sementara mobil Toyota Avanza yang dikendarai Arifin Nurdian Permana (25) warga Desa Gempol Legundi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang juga berhenti di belakang mobil Honda Mobilio. Sopir keluar untuk mengambil baru sebagai penahan roda, namun mobil berjalan.

Saksi mata, Khoirul Anam mengatakan, ada 12 siswa, dua guru, dua orang anak dari guru dan dua sopir dalam rombongan dua mobil tersebut. “Dari BNS rombongan pelajar SMKN 1 Sampang, berangkat dari Sabtu kemarin. Ini tadi mau pulang,” ungkapnya.

Masih kata Anam, kedua kendaraan memang sengaja berhenti untuk mendinginkan mesin dengan posisi penumpang berada di dalam mobil. Namun saat berhenti, sopir mobil Honda Avanza keluar untuk mengambil batu digunakan sebagai penahan roda agar tidak turun.

“Jalanannya kan menurun jadi sopir mobil Avanza turun ambil batu untuk digunakan sebagai penahan roda. Tapi tidak lama kemudian mobil jalan dan menabrak mobil Mobilio yang berhenti di depan, jarak berhenti sekitar 2 meter. Saya juga tidak tahu kok bisa menyebrang dan masuk jurang di sisi kanan,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, kedua mobil langsung meluncur turun dan masuk jurang di sisi kanan sedalam 50 meter. Ada lima korban dievakuasi ke RS Sumberglagah, sementara korban selamat dievakuasi ke Mapolsek Pacet menunggu dijemput pihak keluarga.

“Korban 2 orang anaknya guru, dua siswa semua perempuan. Kalau rombongan ada sekitar 18 orang, 12 siswa, 2 guru, 2 anak guru dan 2 sopir. Kami di Polsek Pacet menunggu dijemput keluarga, saya juga tidak tahu pulang kok lewat sini. Berangkatnya kemarin lewat jalan tol,” jelasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar