Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sering Banjir, Jalan Raya Nasional di Bangkalan Dinilai Rugikan Petani

Kepala Desa Aeng Taber, Jayus Salam.

Bangkalan (beritajatim.com) – Akses jalan nasional yang berada di Desa Aeng Taber, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, sering dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, jalan yang berada di kilometer 35 ini menjadi langganan banjir saat hujan dan menganggu kelancaran arus lalulintas serta lahan pertanian warga.

Kepala Desa Aeng Taber, Jayus Salam menyebutkan, akibat banjir tersebut, banyak masyarakat menjadi korban. Salah satunya yakni para petani setempat yang sawahnya mengapit badan jalan. Sehingga, padi yang sudah ditanam gagal panen.

“Ini merugikan masyarakat, karena padi terendam dan petani merugi. Dan ini tidak hanya sepetak sawah namun ada 6 hektare sawah yang berada di sekitar jalan ini ikut terendam,” jelasnya, Sabtu (22/1/2022).

Jayus menyebutkan, akibat gagal panen itu, petani mengalami kerugian baik secara ekonomi maupun tenaga. Bahkan, banjir yang menyebabkan sawah terendam ini terjadi setiap tahun saat musim penghujan.

Selain itu, ia menuturkan, akibat banjir tersebut tak sedikit motor warga mogok saat melintas. Bahkan, beberapa warga terjatuh akibat jalanan licin. Sehingga, ia berharap pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Bali dapat memperhatikan hal itu. “Kami berharap pihak terkait (BBPJN Jawa Bali) dapat melihat ini dan melakukan perbaikan,” tambahnya.

Ia mengatakan, agar banjir tak merendam jalan dan sawah, perlu dipasang gorong-gorong sebagai resapan air. Sehingga, saat hujan turun, air dapat mengalir di dalam gorong dan tidak meluap ke permukaan.

“Selama tidak ada gorong-gorong ataupun aliran air, banjir akan tetap merendam jalan dan sawah. Sehingga hal ini perlu diperhatikan dan perlu tindakan segera agar tidak semakin merugikan masyarakat,” tandasnya.[sar/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar