Peristiwa

Sepekan Sebelum Disahkannya RUU PTPKS, Banyak Dukungan Mengalir

Perwakilan KOPRI Bojonegoro saat melakukan aksi dukungan pengesahan RUU PTPKS

Bojonegoro (beritajatim.com) – Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (PTPKS) rencananya akan disahkan oleh DPR RI pada 25 September 2019 mendatang. Sepekan sebelum disahkannya undang-undang yang dinilai sebagai jalan keluar dalam memberikan perlindungan hukum terhadap perempuan itu mendapat dukungan dari banyak pihak.

Salah satunya adalah Korp PMII Putri (Kopri) Bojonegoro yang turut aktif mengawal pengesahan RUU PTPKS dari daerah. Berbagai kegiatan, mulai diskusi maupun aksi turun jalan dilakukan. Seperti yang dilakukan kemarin, bersama segenap koalisi masyarakat dari berbagai komunitas dan organisasi melakukan aksi damai di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Timur.

“Kami sebagai perempuan membutuhkan perlindungan dari berbagai macam ancaman pelecehan seksual, dengan pengesahan RUU Penghapusan Tindak Pidana Kekerasan Seksual tersebut,” kata Ketua KOPRI Bojonegoro, Lilis Aprilliati, Rabu (18/9/2019).

Angka kekerasan seksual yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, menjadi peringatan bahwa perlu adanya payung hukum yang mengatur tentang hal tersebut. “Setidaknya dengan pengesahan UU tersebut bisa melindungi eksploitasi seks yang selama ini banyak menimpa anak dan perempuan,” ungkapnya.

Menurut Lilis, pada tahun 2018, KPAI mencatat ada 4.885 kasus kekerasan terhadap anak, bertambah 306 dibanding tahun 2017 ada sebanyak 4.579 kasus. Ditambah lagi catatan tahunan Komnas perempuan tahun 2019 menyampaikan adanya 14 persen peningkatan laporan kekerasan terhadap perempuan.

“Upaya pencegahan juga sangat diperlukan, sehingga kami bersama DPRD Provinsi Jawa timur bersama-sama mendorong pengesahan RUU P-KS ini,” pungkasnya.

Kegiatan yang diakhiri dengan penandatanganan petisi oleh DPRD Provinsi Jawa timur ini berjalan sesuai rencana. Aksi damai untuk mendorong pengesahan RUU PTPKS dilakukan oleh segenap masyarakat Jawa timur, diantaranya organisasi kemahasiswaan dan komunitas peduli perempuan dan anak, kegitana di depan gedung DPR Provinsi Jawa Timur. [lus]

Apa Reaksi Anda?

Komentar