Peristiwa

Sepekan Ini, Jatim Diguncang Gempa 9 Kali

Malang (beritajatim.com) – Kondisi kegempaan di Jawa Timur Periode 7 Mei hingga 13 Mei 2021, telah terjadi 19 kali gempa bumi. Hasil analisa gempabumi Stasiun Geofisika Malang, berdasarkan kedalaman pusat gempabumi, 15 kali kejadian tercatat sebagai gempabumi dangkal (h ≤ 60 km) dan 4 kali kejadian gempabumi menengah (60<h≤300km), dan tidak ada kejadian gempabumi dalam (h>300 km).

“Magnitudo terbesar yang tercatat adalah 3.8 SR dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah 2.3 SR. Tidak terjadi kejadian gempabumi dirasakan pada periode ini,” ungkap Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri, Jumat (14/5/2021).

Dari peta distribusi episenter gempabumi periode 7 Mei – 13 Mei 2021, 13 kali kejadian gempabumi di laut dan 6 kali kejadian didarat. Gempabumi kedalaman dangkal dan menengah yang terjadi di laut dan tersebar di selatan Jawa Timur dan Jawa Tengah, diduga sebagai akibat aktifitas subduksi lempeng tektonik Indo-Australia terhadap lempeng tektonik Eurasia.

“Gempabumi kedalaman dangkal yang terjadi di darat diduga merupakan aktifitas patahan lokal. Dan gempa kedalaman menengah didarat diduga merupakan aktifitas zona subduksi,” tegasnya.

Ma’muri menjelaskan, bahwa kejadian gempabumi terbanyak pada 9 Mei dan 13 Mei 2021 dengan jumlah kejadian gempabumi yaitu 5 kali kejadian gempabumi. Dan pada tanggal 7 Mei dan 10 Mei hanya terjadi 1 kali kejadian gempabumi.

Ia menambahkan, dalam periode 7 Mei hingga 13 Mei 2021 di kawasan Jawa Timur dan sekitarnya telah terjadi 19 kali kejadian gempabumi. Magnitudo terbesar pada periode ini adalah 3.8 SR dan magnitudo terkecil yaitu 2.3 SR. Dalam periode ini tercatat 15 kejadian gempabumi dangkal, 4 kejadian gempabumi menengah, dan tidak ada kejadian gempabumi dalam.

“Kejadian gempabumi terbanyak terekam pada tanggal 9 Mei dan 12 Mei 2021 sejumlah 5 kali kejadian. Gempa-gempa kedalaman dangkal dan menengah di laut yang terjadi dalam periode ini diduga disebabkan oleh aktifitas subduksi lempeng tektonik Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Gempa-gempa kedalaman dangkal didarat diduga merupakan aktifitas patahan lokal. Dan gempa kedalaman menengah didarat diduga merupakan aktifitas zona subduksi,” ungkapnya. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar