Peristiwa

Sepasang Kekasih Buang Bayi di Bawah Jembatan Watutulis Prambon

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sepasang kekasih RPA asal Wonoayu dan Y asal Balongbendo (keduanya masih dibawah umur) diduga melakukan pembuangan bayi laki-laki hasil hubungan gelapnya di bawah jembatan Watutulis Prambon, Selasa (24/3/2020).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian itu bermula, Y yang hamil tua, perutnya mulas dan akhirnya melahirkan sendiri di kamar mandi rumahnya di kawasan Balongbendo.

Usai melahirkan tanpa ari-ari keluar dari perut, Y menghubungi RPA soal kelahiran putranya hasil hubungan di luar nikah. Bayi tersebut tetap didiamkan di kamar mandi oleh Y, dan kemudian menelpon RPA untuk membuang bayi itu.

“Bayi kemudian dibuang di bawah jembatan Warutulis Kecamatan Prambon dengan menggunakan motor Y,” kata Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Purwanto.

Sugeng mengungkapkan, usai menelantarkan bayi itu, saat perjalanan pulang ke rumah Y, di tengah perjalanan, Y merengek kesakitan perutnya melilit. Y merasa tidak kuat dengan kondisi perutnya. Oleh RPA, kemudian diantar ke bidan di dekat rumah Y.

Bidan yang menangani Y juga bertanya seputar usai melahirkan dan bayinya berada dimana. Setelah dicerca tidak juga mengaku, kemudian Y dirujuk ke RS Mitra Sehat Krian.

Pihak RS Mitra Sehat juga meminta Y untuk menunjukkan bayi yang sudah dilahirkan tanpa ari-ari tersebut. “Saat menjalani perawatan medis di RS Mitra Sehat, keduanya baru mengaku membuang bayi itu di bawah jembatan Watutulis,” ungkapnya.

Pihak rumah sakit juga sudah berkordinasi dengan aparat kepolisian soal keberadaan bayi. Bayi yang sudah dibuang sekitar 2 jam sebelumnya, berhasil dievakuasi polisi dalam kondisi masih hidup. Saat evakuasi, polisi diantar oleh RPA. Sedangkan Y masih menjalani perawatan di RS Mitra Sehat.

“Saat ini kasus kedua sepasang kekasih masih sekolah tingkat atas itu masih ditangani polisi. Untuk perkembangannya, kami mohon waktu,” tukas mantan Kasatreskoba Polresta Sidoarjo itu. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar