Peristiwa

Seorang Ibu Ditemukan Meninggal Sambil Peluk Bayi

Petugas Linmas dan warga saat menyaksikan evakuasi Ayudiah ibu yang meninggal dipelukan anaknya berumur 7 bulan di kos wilayah Tegalsari, Surabaya, Selasa (29/10/2019).(istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Chusnul Dinayah (35), tak menyangka jika tangisan F, balita 7 bulan tetangga kos di Jalan Kedondong Kidul gg. 1 no. 93 Surabaya, Selasa (29/10/2019) pukul 05.30 wib, adalah pertanda buruk. Bagaimana tidak, balita yang hanya bisa menangis itu, ternyata tak direspon sang ibu yang memeluknya di kamar kos. Kepada petugas kepolisian, Chusnul lantas memanggil sang ibu. Tak dapat respons, ia yang saat itu mencuci di depan pintu ini, lantas lari mencari pertolongan karena pintu kos terkunci. “Setelah pintu didobrak, ternyata sang ibu, Ayudiah (38), ini meninggal sembari memeluk anaknya di kasur,” jelasnya.

Usai digerak-gerakkan dan tak ada respon, warga pun lantas menghubungi 112. Tak berselang lama petugas kepolisian dan Inafis turut hadir dan memeriksa kondisi Ayudiah. Sementara sang balita digendong tetangganya untuk diberi sarapan. “Ya usai datang petugas kami lantas gendong sang anak yang mungkin lapar karena pagi hari belum diberi sarapan sang ibu,” lanjutnya.

Saat petugas datang, pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP kepada jasad Ayudiah. Kini jenazah sudah berada di kamar jenazah Rs. Dr. Soetomo dan sang anak, sudah diserahkan keluarga korban. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih tetap melakukan penyelidikan. Ayudiah Satria Utami, perempuan kelahiran Gresik 22 Januari 1981, merupakan warga Usman Sadar 8 B/8 RT 05 RW 02 Kelurahan Karang Turi Kecamatan Gresik.

“Dari anaslisa dan outopsi luar, petugas tak mendapati adanya luka fisik. Selain itu, jika melihat kondisi korban belum terbujur kaku, diperkirakan korban meninggal dunia belum lama,” papar Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy. (man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar