Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Seorang Diri, Wali Murid Demo Dindik Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (beritajatim.com) – Viralnya dugaan jual beli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) dan jual beli seragam sekolah di wilayah Kabupaten Pasuruan, membuat salah satu wali murid di Kabupaten Pasuruan menggelar teatrikal di depan gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.

Teatrikal ini hanya dilakukan satu orang. Dalam teatrikalnya, Anjar Supriyanto, wali murid siswa di sekolah Kabupaten Pasuruan menggelar buku LKS dan adanya beberapa seragam yang dipamerkan.

Tak hanya teatrikal, Anjar juga berorasi di depan Gedung Dinas Pendidikan. Anjar merasa keberatan dengan adanya biaya tambahan sebesar 150 ribu rupiah untuk biaya seragam.


“Walimurid sudah terbebani oleh adanya biaya seragam, apalagi saat ini masih berlanjut Covid-19. Padahal sudah membayar uang sebesar 250 ribu saat masuk sekolah dan itu sudah termasuk biaya seragam,” ujar Anjar saat berorasi.

Dalam orasinya, Anjar juga menambahkan, jika siswa siswi yang tidak membeli LKS akan merasa malu. Hal ini akan menjadikan beban moral kepada siswa siswi itu sendiri.

Anjar melakukan teatrikal ini guna menyadarkan dan mengetuk hati Dinas Pendidikan Pasuruan supaya mengerti yang dirasakan wali murid. Karena wali murid akan merasa berat jika tidak bisa menyekolahkan anaknya.

“Kali ini saya menuntut agar Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan memecat oknum yang melakukan jual beli seragam dan LKS di area sekolah. Saya disini guna menyadarkan bapak ibu di Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan dan melihat nasib wali murid,” imbuhnya. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar