Peristiwa

Sempat Tertunda Muslimat Gelar Rakernas di Kota Batu Dengan Protokol Kesehatan

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Malang(beritajatim.com) – Muslimat Nahdatul Ulama (NU) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Kota Batu, Jawa Timur, sejak Rabu, (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020). Rakernas ini dibuka langsung oleh, Wakil Presiden Ma’ruf Amin secara virtual.

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Rakernas sebenarnya dijadwalkan pada Maret 2020 karena bertepatan dengan HUT Ke-74 Muslimat NU. Tetapi karena Pandemi Covid-19 rencana itu tertunda dan baru terlaksana saat ini.

“Tapi karena awal Februari ada kasus di Jakarta, maka kemudian menghitung kembali, dan awal Maret di Jawa Timur ada terkonfirmasi positif Covid-19, kita putuskan untuk ditunda. Akhirnya, kita lakukan koordinasi secara virtual,” ujar Khofifah, Kamis, (29/10/2020).

Setelah melakukan pembahasan ada beberapa poin yang menjadi tajuk utama. Antara lain, layanan pendidikan, layanan kesehatan, sosial, karena di NU yang punya panti asuhan sekaligus pengelola adalah Muslimat.

“Kita punya 143 Panti Asuhan, kita punya juga punya rumah sakit dan klinik, termasuk di dalamnya klinik hemodialisis. Kemudian kita punya induk koperasi. Di Indonesia ini empat organisasi perempuan yang punya induk koperasi, salah satunya Muslimat NU,” ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan, Muslimat juga memiliki majelis taklim yang jumlahnya mencapai 56.900 kelompok. Potensi yang ada di Muslimat inilah yang harus dimaksimalkan dengan baik. Muslimat diharapkan menjadi tempat proses membangun pencerahan kehidupan masyarakat.

“Bagaimana kehidupan masyarakat, berseiring dengan berbangsa dan bernegara. Ini harus dibangun dalam format harmonis partnership. Ada format dalam bangunan kehidupan keumatan, itu yang oleh NU dideseminasikan sedemikian rupa bahwa ada modernsasi, toleransi, keseimbangan, keadilan di dalamnya. Format inilah yang menjadi ruh dari berbagai kegiatan muslimat NU, di lini apapun,” papar Khofifah.

Sementara Wapres Ma’ruf Amin berharap Muslimat mampu berperan sebagai organisasi kemasyarakatan yang menyebarkan ajaran agama Islam moderat. Selain itu, Muslimat diharapkan ikut mendukung upaya Pemerintah dalam menangkal radikalisme di Indonesia.

“Sebagai badan otonom dari NU, Muslimat NU memiliki kewajiban untuk mengembangkan ajaran Islam yang moderat dan mencegah berkembangnya ajaran radikal yang berpotensi memecah belah keutuhan bangsa,” tandas Ma’ruf Amin. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar