Peristiwa

Sempat Tak PD, Kini Batasi Pesanan Bunga Sabun

Mojokerto (beritajatim.com) – Pengrajin bunga sabun, Iis Ratnawati sempat tak percaya diri (PD) dengan hasil kerajinan tangannya. Namun kini, perempuan 36 tahun tersebut harus membatasi pesanan karena kendala bunga sabun yang mudah pecah saat pengiriman.

Ditemui di rumahnya di Perum Indraprasta Blok B2 no 49, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, ibu empat anak ini menuturkan awal ia bergelut di kerajinan bunga sabun. “Awalnya iseng karena suka bunga saja,” ungkapnya, Selasa (5/2/2019).

Ia membuat kerajinan bunga sabun tersebut secara otodidak setelah melihat tayangan di Youtube. Iapun mencoba membuat dan hasilnya ia posting di media sosial Facebook (FB) dan grup Whatsapp (WA). Setelah diposting ternyata mendapat respon positif.

“Sekitar setengah tahun yang lalu. Saya sendiri tidak PD awalnya, ternyata banyak yang suka dan pesan. Saat ini, saya batasi pesanan karena proses pengerjaannya manual dan saya kerjakan sendiri. Apalagi kalau luar pulau, saya tolak karena rawan di proses pengiriman,” katanya.

Iis menjelaskan, jika bunga sabun tersebut rawan pecah saat dikirim meski sudah dijelaskan agar tidak dibanting saat di jasa pengiriman. Sehingga saat ada pesanan dari luar pulau, ia batalkan untuk menjaga kwalitas bunga sabun buatannya. Pernah ia menolak pesanan dari konsumen asal Medan, Sumatra Utara.

“Bunga sabun pertama bikinan saya dibeli dosen di Mojokerto dengan harga Rp100 ribu untuk 9 tangkai bunga mawar mekar. Bunga sabun ini handmade sehingga jika ada yang pesen minta yang sama tidak bisa, pasti ada bedanya. Bunga sabun ini selain sebagai hiasan juga pengharum,” ujarnya.

Masih kata Iis, konsumen bisa memesan dengan waktu minimal satu minggu karena tidak bisa dikerjakan buru-buru. Selain itu, Iis mengaku, harus membagi waktu ditambah ia masih memiliki anak yang masih berusia 3 tahun. Sehingga untuk menjaga kwalitas, ia tak mau mengecewakan konsumen.

“Sebenarnya 4 jam sudah bisa jadi satu rangkaian tapi saya harus bagi waktu. Kalau dalam satu minggu bisa 3 sampai 4 rangkaian bunga. Jenisnya ada mawar, tulip, sakura, lily dan lainnya. Yang paling disukai konsumen bunga jenis mawar. Harganya mulai Rp50 ribu sampai Rp250 ribu tergantung banyak bunganya,” ujarnya.

Iis menuturkan, rangkaian bunga mawar seharga Rp250 ribu karena pot dari keramik dengan 13 tangkai bunga mawar mekar dan kuncup. Menurutnya, pot juga mempengaruhi harga jual. Untuk mensiasati pot dengan harga mahal, ia juga memanfaatkan kemasan plastik.

“Biasanya habis beli salad buah, saya bersihkan untuk dibuat pot. Untuk valentine, saya juga buat satu tangkai mawar dengan harga Rp10 ribu. Awalnya karena anak saya mau kasih ke pacarnya tapi untuk saat ini, saya sudah menerima pesanan karena waktunya,” urainya.

Menurutnya, peluang kerajinan bunga sabun di Mojokerto cukup bagus karena tidak ada pengrajin lain. Namun masalahnya mudah pecah karena ia pernah mendapat komplain dari konsumen di Semarang jika ada yang pecah. Iis menjelaskan, jika pecah kemungkinan saat di pengiriman.

“Sampai saat ini, saya masih belum menemukan formula bagaimana agar tidak pecah saat dikirim jauh. Packingnya juga susah. Selain itu, asesoris penunjang lainnya di Mojokerto tidak ada. Seperti daun, bunga hiasan kecil. Kalaupun ada, harganya mahal,” jelasnya.

Iis mengatakan, ia kemudian cari di online seperti daun dan bunga kecil. Ia mengaku konsumen terjauh dari Jember, Tegal dan Semarang. Untuk konsumen di Mojokerto, biasanya diambil atau antar untuk menjaga agar tidak pecah. Ia selalu menanyakan kwalitas ke konsumennya meski sudah lama belinya

“Mereka yang beli sudah lama selalu saya tanya, apa masih harum. Katanya masih, mungkin tidak seharum saat pertama. Sampai sekarang saya juga kurang PD sebenarnya karena di Tangerang harga satu rangkaian bisa sampai Rp600 ribu. Saya juga pernah cari orang tapi hasilnya tidak sesuai,” tuturnya.

Ia mengaku juga pernah menolak pesanan bunga sabun untuk souvenir pernikahan. Meski berasal dari Mojokerto sendiri, namun jumlahnya mencapai 300 batang. Iis menegaskan, ia tidak ingin banyak pesanan namun ingin mempertahankan kwalitas karena semua dikerjakan sendiri.

“Untuk caranya, sabun. Semua jenis sabun bisa digunakan, diparut menjadi serbu dicampur air dan lem. Satu sabun dicampur satu sendok lem dan satu sendok tepung maizena satu sendok. Setelah menjadi adonan dan dibentuk dengan tangan. Tidak ada cetakan khusus semua dilakukan secara manual,” tegasnya.

Setelah menjadi bunga kemudian dijemur selama satu jam atau dibiarkan di ruangan terbuka. Jika butuh warna lain, seperti biru atau ungu ia memakai pewarna makanan. Untuk tangkai, ia gunakan tusuk sate yang dibalut dengan adonan sabun warna hijau atau coklat mirip tangkai.

“Kemudian dirangkai sesuai keinginan, untuk menjaga agar tetap bagus cukup dibersihkan dengan kuas atau dibungkus. Satu sabun bisa jadi bunga mawar mekar dengan kelopak tidak tumpuk sebanyak 12 tangkai,” pungkasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar