Peristiwa

Sempat Surut, Kali Lamong Meluap Lagi dan Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir

Petugas BPBD dan TNI sedang melintas di salah satu jalan desa yang tergenang banjir meluapnya Kali Lamong

Gresik (beritajatim.com)- Imbas intensitas hujan yang sangat tinggi sejak kemarin (14/3) menyebabkan Kali Lamong yang semula luapannya sempat surut. Kini meluap lagi sehingga membuat ratusan rumah warga terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Meluapnya Kali Lamong terjadi sejak pukul 02.00 dini hari tadi. Akibat tingginya air dari Kali Lamong tersebut juga menyebabkan tujuh desa di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Gresik tergenang banjir.

Adapun tujuh desa yang terkena dampak banjir Kali Lamong. Diantaranya, Desa Wotansari dimana ada 19 rumah terendam serta 25 hektar area persawahan gagal panen. Hal serupa terjadi di Desa Balongpanggang. Rumah warga yang terendam 75 unit, dan jalan lingkungan terendam sepanjang 1.500 meter.

Selanjutnya Desa Pucung, tinggi genangan air akibat banjir mencapai 50 centimeter yang membuat 29 hektar sawah tergenang banjir. Berikutnya Desa Banjaragung, di desa ini ada 100 rumah milik warga tergenang, dan 25 hektar sawah juga gagal panen.

Kondis yang paling parah terjadi di Desa Sekarputih. Ketinggian air yang mencapai 75 centimeter menyebabkan 195 rumah warga tergenang banjir. Demikian halnya di Desa Klotok dan Desa Kedungpring. Puluhan rumah warga juga terkena dari dampak melupanya Kali Lamong.

“Penyebab meluapnya Kali Lamong karena sejak kemarin hujan lebat. Sehingga, sungai tersebut tak mampu menampung air hujan, dan debit air yang semakin tinggi akhirnya meluber ke rumah warga, jalan lingkungan desa serta areal persawahan,” ujar Kepala BPBD Gresik, Tarso Soegito, Senin (15/03/2021).

Terkait dengan kejadian banjir ini lanjut Tarso, juga menyebabkan kerugian materiil. Pasalnya, jalan lingkungan desa mengalami kerusakan. Arel pertanian diperkirakan gagal panen, dan ratusan rumah warga terendam. “Kami juga telah menempatkan beberapa perahu karet untuk mengevakuasi warga yang rumahnya tergenang banjir,” pungkas Tarso Soegito. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar