Peristiwa

Sempat Rendam 30 Rumah, Luapan Sungai Marmoyo di Mojokerto Surut

Kondisi Desa Mojowiryo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto pada, Selasa (7/1/2020) malam. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sementara data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, ada dua dusun di Desa Mojowiryo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang terendam air luapan Kali Marmoyo. Akibatnya, 30 rumah warga terendam pada, Selasa (7/1/2020) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, meluapnya Sungai Marmoyo yang melintas di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto akibat curah hujan yang tinggi dan kiriman air dari Kabupaten Jombang. “Sehingga mengakibatkan peningkatan debit air Afur Sungai Marmoyo,” ungkapnya, Rabu (8/1/2020).

Ada dua dusun di Desa Mojowiryo yang tergenang air luapan Sungai Marmoyo yakni Dusun Mlaten dan Dusun Pakembanga. Air meluap di jalan Dusun Kemlaten dengan ketinggian paling tinggi sekitar 60 cm, sedangkan 10 rumah sempat terdampak dengan ketinggian air sekitar 20 cm.

“Namun pagi ini, kondisinya sudah surut. Sementara di Dusun Pakembangan yang sebelumnya ketinggian air di jalan sekitar 100 cm saat ini tinggal 50 cm dan yang sebelumnya 20 rumah sempat terdampak dengan ketinggian air antara 20 cm sampai 30 cm, saat ini sudah surut total,” jelasnya.

Total jumlah yang terdampak air luapan Sungai Marmoyo pada Selasa malam, lanjut Zaini, sebanyak 30 rumah dengan jumlah 40 Kepala Keluarga (KK). Selain sempat merendam puluhan rumah warga, Masjid Darussalam di Dusun Kemlaten juga terendam.

“Untuk area persawahan yang terendam aeluas kurang lebih 35 hektar. Bersama instansi terkait, TRC BPBD Kabupaten Mojokerto terus memantau perkembangan situasi di wilayah Kecamatan Kemlagi sehingga bisa dilakukan antisipasi dini jika Sungai Marmoyo kembali meluap,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar