Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sempat Kena Serangan Jantung, Kepala Satpol PP Jember Meninggal Dunia

Jember (beritajatim.com) – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jember, Jawa Timur, Muhammad Farouq, meninggal dunia, Sabtu (27/8/2022) pada pukul 04.00 WIB dini hari. Dia sempat terkena serangan jantung beberapa jam sebelumnya dan harus dirawat di Rumah Sakit Jember Klinik.

Farouq menghembuskan napas terakhir di usia 59 tahun, meninggalkan seorang istri bernama Kiswati dan dua orang anak. “Beliau akan dimakamkan di pemakaman keluarga dekat pemakaman umum Cukil, Gebang. Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Perum Gebang Permai Blok. F No. 8,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Bobby Arie Sandi.

Bupati Hendy Siswanto menyatakan bela sungkawa. “Insya Allah Pak Farouq husnul khotimah. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemkab Jember, saya ikut berduka cita dan ikut mendoakan almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kesabaran,” katanya.

Hendy mengenal Farouq sejak 1,5 tahun lalu. “Yang saya tahu sejak berkenalan, Pak Farouq memang sering sekali merasa tidak enak badan. Sepertinya sakit beliau cukup lama, dan seperti sesak napas begitu. Saya pernah bertanya kepada almarhum, dan almarhum mengatakan sudah melakukan pengobatan. Sakitnya sering datang dan pergi,” katanya.

Kendati sakit, kinerja Farouq sebagai Kepala Satpol PP dinilai Hendy cukup bagus. “Beliau juga memimpin unit pemadam kebakaran. Semua dikerjakan dengan luar biasa. Tentunya apresiasi setinggi-tingginya untuk almarhum. Merupakan sebuah kebanggaan bagi keluarga, bahwa almarhum benar-benar mengabdikan diri kepada negara, kepada Jember. Tentunya Jember kehilangan sosok Pak Farouq,” katanya.

“Mungkin hari ini yang terbaik diberikan untuk Pak Farouq dari Allah SWT. Insya Allah husnul khotimah. Beliau baik kepada semua orang dan tidak ada musuh. Semua adalah kawan bagi baliau,” kata Hendy.

Perjalanan birokrasi Farouq cukup panjang. Sebelum menjabat Kepala Satpol PP, pria kelahiran Tuban, 12 Juni 1963 ini pernah menjabat Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris DPRD Jember, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jember, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.

Saat menjadi Sekretaris DPRD Jember pada 2017, Farouq pernah berada dalam pusaran konflik politik antara Bupati Faida dengan parlemen. Saat itu, Faida mengganti Farouq tanpa memberitahu parlemen terlebih dahulu sebagaimana aturan yang berlaku. Gara-gara persoalan itu, interpelasi dilayangkan untuk pertama kalinya terhadap Faida dan menjadi salah satu episode konflik antara eksekutif dan legislatif sepanjang pemerintahannya. [wir/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev