Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sempat Intimidasi Legislator PAN Jember, Jumadi Sang Demonstran Minta Maaf

Jumadi Made (baju merah) saat menggebrak meja di hadapan Agus Khaeroni. [foto: tangkapan layar]

Jember (beritajatim.com) – Jumadi Made, salah satu demonstran yang sempat mengintimidasi legislator Partai Amanat Nasional (PAN) di DPRD Jember, Jawa Timur, akhirnya meminta maaf secara terbuka kepada publik.

Jumadi mengirimkan video berdurasi 38 detik berisi permintaan maaf kepada Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Jember Abdussalam, Kamis (16/6/2022) malam. “Saya Jumadi Made, Ketua Relawan Jumadi Made, mohon maaf sebesar-besarnya kepada Fraksi PAN di DPRD Kabupaten Jember dan Sekretaris PAN Kabupaten Jember atas kejadian tadi siang di DPRD Jember. Hidup Fraksi PAN. Hidup PAN di Jember,” katanya dalam video tersebut.

Insiden intimidasi terjadi saat Jumadi dan beberapa pengunjuk rasa melakukan razia di gedung parlemen untuk mencari anggota DPRD Jember, Kamis (16/6/2022) siang. Saat itu demonstran yang berasal dari sejumlah elemen di Jember tersebut mengusung beberapa isu, antara lain pembubaran Koperasi Jember Harmoni Sejahtera (KJHS), penolakan terhadap pergantian antarwaktu Kepala Desa Subo, dan pengusutan kasus dana Covid-19.

Jumadi bertemu Agus Khaeroni, salah satu legislator PAN, di ruang Komisi C. Saat itu, Jumadi sempat membentak dan menarik tangan Agus. Ia juga menggebrak meja beberapa kali, sebelum dirangkul keluar ruangan oleh demonstran lainnya. Dalam aksi itu, Jumadi juga sempat membuang beras dari salah satu karung di hadapan anggota DPRD Jember yang menemui perwakilan demonstran.

Rupanya, aksi Jumadi ini mendapat perhatian dari DPD PAN Jember. “Saya sempat ditelepon Kaji Salam. Mungkin beliau baca tulisan Sampeyan di Beritajatim.com Beliau baik sama saya dan sering membantu saya selama ini,” katanya.

Sekretaris DPD PAN Jember Nyoman Aribowo menerima permintaan maaf tersebut dengan lapang dada. “Kami di Dewan memang menghadapi berbagai karakter masyarakat. Bermacam-macam. Tapi kita tetap harus menjaga etika yang umum saja. Kami melihat cara-cara yang dilakukan teman-teman dalam aksi demo itu ya agak menyesalkan. Kan bisa dengan cara komunikasi yang baik. Ini kan etika normatif saja, berhubungan dengan orang harus seperti apa,” katanya.

“Jadi PAN sangat menyesalkan kalau ada pihak-pihak, apalagi ormas, yang melakukan langkah-langkah di luar etika kesantunan. Kami menghargai demo mereka dan kami juga siap berkomunikasi. Tapi tolong cara seperti ini (intimidasi, red) dihindari agar tidak memunculkan ketersinggungan pihak lain,” kata Nyoman. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar