Peristiwa

Demo Mahasiswa Berujung Ricuh

Sempat Ditangkap, Satu Mahasiswa Undar Akhirnya Dilepaskan

Polisi membubarkan demonstrasi mahasiswa di depan kampus Undar, Kamis (15/10/2020)

Jombang (beritajatim.com) – Satu mahasiswa Undar yang melakukan demonstrasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law sempat ditangkap polisi. Namun setelah dilakukan negosiasi, mahasiswa tersebut akhirnya dilepaskan lagi. Massa mahasiswa kemudian memasuki kampus Undar yang berada di Jl KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kamis (15/10/2020).

“Tadi sempat diamankan. Tapi sekarang sudah dilepaskan lagi. Kami sudah berada di dalam kampus. Hanya satu mahasiswa yang diamankan,” kata Ahmad Alfan, salah satu pendemo ketika dikonfirmasi.

Sebelumnya, belasan mahasiswa Undar ini berdemo di depan kampus dengan tuntutan menolak UU Cipta Kerja. Dalam aksinya, mahasiswa memblokir jalan utama dengan cara membakar ban. Tentu saja, aksi tersebut mengundang perhatian polisi. Karena Jl Gus Dur sempat tersendat.

Seiring dengan itu, mahasiswa bergandeng tangan melingkari kobaran api. Salah satu dari mereka melakukan orasi penuh semangat. Polisi yang datang ke lokasi, langsung mengepung kelompok mahasiswa itu. Korps berseragam coklat membubarkan aksi mereka.

Petugas menyemprotkan apar (alat pemadam ringan) ke kobaran api. Asap tebal pun membumbung tinggi. Mahasiswa lari tunggang langgang masuk kampus. Namun apes bagi satu mahasiswa berjaket almamater warna kuning. Saat hendak kabur, polisi sudah mencokoknya.

“UU Cipta Kerja sangat merugikan kaum buruh. Undang-undang tersebut merugikan rakyat. Oleh karena itu, sebagai bentuk solidaritas kami melakukan aksi penolakan atas disahkannya UU tersebut,” ujar Alfan. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar