Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sempat Diremehkan, Kempo Pasuruan Berhasil Jadi Kuda Hitam dan Raih 12 Medali

Pasuruan (beritajatim.com) – Kabupaten Pasuruan berhasil menempati posisi kedua dalam cabor Kempo setelah Surabaya dengan perolehan emas 5. Dalam perjalanannya mendapat posisi kedua, terdapat tim pelatih yang sangat berjuang keras.

Ketua pelatih Kempo ini bernama Silvana Amini, warga Kelurahan Petungsari, Kecamatan Pandaan. Perempuan yang berusia 26 tahun ini sukses mendidik atletnya dan membawa pulang 12 medali dalam ajang Porprov Jatim.

Dalam perjuangannya menjadi pelatih, banyak mengalami lika-liku mulai dari diremehkan sampai atletnya sudah tak konsisten. Tiga bulan sebelum berangkat para atlet sudah mulai tidak fokus.

“Waktu itu kurang 3 bulan lagi menuju Porprov tapi anak-anak tiba-tiba gagal fokus semua. Lalu saya bilang ke anak-anak sambil nangis dan aku kasih motivasi, setelahnya aku serahkan lagi ke anak-anak,” jelasnya, Jumat (01/07/2022).

Sebelumnya perempuan yang juga pernah berlaga di Porprov tahun 2013 itu juga diremehkan oleh pelatih senior lainnya. Pasalnya tingkatan sabuk yang Silvi miliki masih rendah dibanding kepala pelatih lainnya.

Namun dirinya terus bertekad dan membuktikan bahwa mampu membawa pulang emas. Terbukti dalam cabor kempo Kabupaten Pasauruan membawa pulang 5 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.

“Waktu itu saya diremehkan karna saya sendiri di tingkat Provinsi tidak mempunyai nama dan tingkatan sabuk saya sangat rendah. Tapi saya berjuang dan melatih atlet saya ini selama 4 tahun, dan itu bukan waktu yang sebentar,” imbuhnya selagi membetulkan kerudung.

Untuk tahun depan wanita yang dulu sempat berkuliah di Malang ini akan menargetkan 6 medali di ajang Porprov tahun depan. Mulai saat ini dirinya telah menyiapkan atlet-atlet dari kecamatan lainnya.

Hal ini dilakukan karena atlet Kempo khususnya di Kabupaten Pasuruan sangat minim. Sehingga dirinya berjuang untuk mengajak anak-anak muda lainnya berlatih olahraga bela diri dari luar Indonesia ini.

“Tahun depan targetnya sih bisa bawa full team dan bertanding di semua kelas. Nah saat ini strateginya ya memperlebar sayap dan membuka club baru di beberapa sekolah,” jelasnya.

Silvia juga berharap kepada Koni Kabupaten Pasuruan untuk tahun depan, uang tahunan cabang Kempo ini ditambahkan. Sehingga bisa mendulang emas semakin banyak lagi.

Dikarenakan menurutnya untuk memperoleh bibit unggulan saat ini sangat sulit. Dikarenakan sudah banyak anak yang lebih memilih bermain game online ketimbang olahraga fisik. [adi/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar