Peristiwa

Sempat Dirawat, Balita Korban Kecelakaan Maut KA Sri Tanjung di Taman Akhirnya Meninggal

Sidoarjo (beritajatim.com) – Balita atas nama Abdzar Cahya Wicaksono (3), korban kecelakaan maut KA Sri Tanjung dengan Toyota Kijang LGX di perlintasan KA Desa Gilang Taman, akhirnya dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di IGD RS Siti Khodijah Taman-Sidoarjo. Balita asal Jojoran Surabaya itu meninggal akibat terjadi pendarahan didalam tubuhnya. Korban mengalami luka pada bagian paha yang menyebabkan kakinya patah.

Menurut tim dokter IGD RS Siti Khodijah Sidoarjo, berbagai upaya penyembuhan telah dilakukan, namun kondisi tubuh korban terus menurun yang kemudian menyebabkan korban meninggal dunia. “Korban yang meninggal karena terjadi pendarahan dalam tubuh akibat luka dalam pada paha. Korban sebenarnya akan dirujuk ke RSUD Dr Sutomo Surabaya,” kata dr Tommy, dokter jaga IRD RS Siti Khodijah Taman Minggu (17/8/2020).

Korban balita Abdzar meninggal menyusul kedua orang tuanya yang lebih dulu menghembuskan nafas. Kini, korban yang masih dirawat di IGD RS Siti Khodijah, menyisakan Ardian Pramusatya (8), kakak Abdzar.

Sementara itu, meski menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, kecelakaan maut itu akibat tidak ditutupnya pintu perlintasan kereta api, namun hal itu dibantah oleh David, penjaga perlintasan saat kejadian.

Dari pengakuannya yang direkam video warga, David mengaku kendaraan korban menerobos pintu perlintasan saat kereta hendak melintas. “Waktu itu sirine dan pintu perlintasan sudah turun, namun diterobos oleh korban,” terang dia usai kejadian.

Meski demikian, untuk memastikan penyebab kecelakaan maut itu, aparat kepolisian dari Unit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo hingga kini masih terus melakukan penyelidikan. “Kita masih selidiki dulu dengan mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan saksi di lapangan,” tegas Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Eko Iskandar.

Seperti diketahui mobil Kijang LGX L 1197 KA dihantam KA Sri Tanjung (Jogjakarta- Surabaya) itu berisi satu keluarga, terdiri dari suami, istri dan tiga anak tersebut. Akibat hantaman KA, mobil terlempar sejauh 27 meter, dan tiga orang meninggal dunia di TKP, dan dua penumpang lainnya mengalami luka-luka berat serta satu diantara dua yang lula-luka, menyusul meninggal dunia. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar