Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sempat Diguyur Hujan Deras, Kota Kediri Bebas Banjir

Kediri (beritajatim.com) – Hujan sempat mengguyur Kota Kediri sejak Kamis sore, (20/1/2022) hingga malam hari. Meski demikian, hujan dengan intensitas cukup deras tersebut tidak menimbulkan banjir terutama pada titik-titik rawan.

Hal ini lantaran Pemerintah Kota Kediri sejak musim kemarau telah melakukan sejumlah langkah preventif untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Kota Kediri. Hal tersebut diungkapkan oleh Endang Kartika Sari, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri.

“Sejak musim kemarau kemarin kami sudah melakukan pembersihan saluran air, sungai hingga normalisasi inlet (lubang tempat masuknya air ke saluran) di Kota Kediri, terutama di titik-titik rawan terjadinya banjir,” ungkapnya saat dihubungi via telepon seluler, Jum’at (21/1/2022).

“Selain itu dengan mini ekskavator kita juga sudah membersihkan endapan lumpur-lumpur di saluran drainase, termasuk sungai-sungai besar juga sudah kita bersihkan bekerja sama dengan bina marga,” imbuhnya.

Lebih lanjut Endang menerangkan bahwa sering didapati saluran-saluran inlet tertutup yang berakibat timbulnya genangan bahkan banjir. “Genangan yang sempat terjadi beberapa waktu yang lalu itu karena beberapa inlet ada yang tertutup, entah itu karena sampah atau bahkan sengaja ditutup. Itu semua sudah kami bereskan sehingga lubang tempat masuknya air ke saluran sungai ini bisa berjalan dengan lancar sehingga tidak memicu terjadinya banjir,” terangnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiagakan petugas-petugas yang memantau setiap saluran-saluran air terutama di musim penghujan. “Ada petugas yang bersiaga terutama dititik-titik rawan genangan. Mereka bertugas membersihkan sampah-sampah yang menutupi lubang-lubang inlet dan menjaga saluran air tetap lancar,” tandasnya.

Seperti yang diketahui ada beberapa titik rawan yang seringkali terjadi genangan di Kota Kediri. Diantaranya ada di Jalan Gatot Subroto (kel. Mrican), jalan Joyoboyo (kel. Banjaran), jalan HOS Cokroaminoto (kel. Singonegaran) dan jalan Brawijaya (kel. Pocanan). Namun, setelah hujan yang cukup deras kemarin tidak timbul adanya banjir.

Meski demikian, pihaknya membuka diri apabila ada aduan dari masyarakat. “Misal ada genangan air atau banjir bisa dilaporkan kepada kami melalui Suara Warga, media sosial kami, atau bahkan bisa langsung menuju ke kantor,” ucap Endang.

Diakhir wawancara, Endang meminta kepada masyarakat supaya dapat bahu-membahu menjaga lingkungan tetap bersih. “Terutama jangan buang sampah sembarangan, apalagi di sungai. Selain itu jangan menutupi saluran lubang inlet. Karena meskipun saluran air bersih, sungai lancar tetapi inlet tertutup itu juga berpotensi menimbulkan genangan bahkan banjir,” pungkasnya. [nm/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar