Peristiwa

Seminggu, Sudah Terjadi 17 Kali Gempabumi di Jawa Timur

Grafis Gempabumi Stasiun Geofisika Malang/Istimewa)

Malang (beritajatim.com) – Hasil analisa gempabumi Stasiun Geofisika Malang, sudah terjadi 17 kali Gempabumi. Data merekam, gempa terjadi pada periode tanggal 12 Februari 2021 sampai dengan tanggal 18 Februari 2021.

Diman rinciannya adalah, terjadi 14 kali kejadian gempabumi dangkal (h ≤ 60 km). Lalu 2 kali kejadian gempabumi menengah (60<h≤300 km) dan satu kali kejadian gempabumi dalam (<300 km). Magnitudo terbesar yang tercatat adalah 5.4 SR. Dan Magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1.8 SR. Terjadi 1 kejadian gempabumi dirasakan (II – III MMI) di Pacitan, Jawa Timur.

“Dari peta epicenter gempabumi periode 12 – 18 Februari 2021, terlihat sebagian besar kejadian gempabumi tersebar di selatan Pulau Jawa sebagai akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia,” ungkap Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri, Jumat (19/2/2021) melalui siaran pers.

Kata Ma’muri, pada periode 12 hingga 18 Februari 2021 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 17 kejadian gempabumi. Gempabumi dangkal tercatat 14 kali kejadian, gempabumi menengah tercatat 2 kejadian dan gempabumi dalam
tercatat 1 kejadian.

“Terjadi 1 kejadian gempabumi dirasakan (II – III MMI) di Pacitan, Jawa Timur. Magnitudo terbesar pada periode ini adalah 5,4 SR dan magnitudo terkecil yaitu 1.8 SR. Kejadian gempabumi disebabkan oleh aktifitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia serta adanya aktifitas patahan lokal,” paparnya.

Ma’muri menambahkan, dari grafik frekuensi gempabumi harian, terlihat bahwa tanggal 16 Februari 2021 merekam kejadian gempabumi paling banyak dengan 4 kejadian. Sementara 3 kejadian gempabumi pada tanggal 13 dan 17 Februari 2021. Selama periode 12 – 15 Februari 2021 tercatat 1 gempabumi dirasakan. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar