Peristiwa

Semeru Meletus, Gubernur Jatim Instruksikan Percepat Pengiriman Bantuan

Surabaya (beritajatim.com) – Aktivitas Gunung Semeru yang terletak di wilayah Kabupaten Lumajang mengalami erupsi. Melihat kondisi tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah cepat.

Orang nomor satu di Jatim itu langsung memerintahkan BPBD Jatim dan Dinas Sosial untuk mengirimkan bantuan tenaga, peralatan maupun logistik untuk penanganan warga terdampak erupsi, termasuk para pengungsi.

“Bantuan yang diberikan di antaranya mengirimkan dua tenda pengungsian yang dilengkapi dengan Light Tower sebagai penerangan saat gelap. Termasuk juga pengungsian darurat dan dapur umum sedang kita siapkan,” ungkap Gubernur Khofifah, Rabu (2/12/2020).

Selain tenda dan light tower penerangan dari BPBD Jatim, dirinya juga memerintahkan untuk segera mengirimkan bantuan berupa sembako bagi para pengungsi. Bantuan tersebut terdiri dari 1 ton beras, 500 dos mie instan dan 200 liter minyak goreng. Lalu, tambah gizi 120 paket, serta lauk pauk 120 paket.

“Posko penguatan dari pemprov menyatu di posko  pengungsian yang  berada di lapangan Kamarkajang Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang,” terangnya.

Tidak hanya itu saja, dalam rangka penanganan pencegahan di masa pandemi Covid-19, Gubernur juga memerintahkan untuk menyertakan bantuan berupa hand sanitizer 20 liter, disinfektan 20 liter, masker 5000 pcs, mobil Rescue 1 unit dan mobil serbaguna 2 unit.

“Untuk membantu penanganan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim yang akan membawa berbagai peralatan pendukung penanganan bencana juga meluncur ke lokasi,” ujarnya.

Instansi terkait, seperti Dinas Sosial pun diharapkan berperan dalam penanganan  dampak erupsi  tersebut. Instansi tersebut mengirimkan dukungan peralatan dan bantuan logistik berupa tenda pengungsi 2 unit, famili kit 50 paket, kid ware 50 paket, food ware 50 paket, perlengkapan dapur keluarga 50 paket, paket sandang 50 paket, serta kasur 30 buah.

“Bantuan tersebut kita arahkan langsung ke tempat pengungsian. Tentu semua kita koordinasikan dengan Bupati Lumajang,” jelas Gubernur Khofifah.

Tujuannya, sebut Gubernur Khofifah, untuk mendukung penanganan bencana dan mem-back up dapur umum darurat yang didirikan di sekitar tempat pengungsian. Setidaknya, terdapat 250 hingga 500 warga terdampak erupsi Gunung Semeru  yang mengungsi.

“Bantuan yang saat ini dikirimkan adalah sebagai langkah awal kesigapan Pemprov Jatim dalam menangani bencana alam. Nanti, akan ada bantuan-bantuan yang akan dikirimkan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan. Tetapi team leadernya tetap Bupati Lumajang,” ujarnya.

Secara umum, lanjut mantan Menteri Sosial RI, keadaannya aman. Informasi dari tim di lapangan  material sudah tidak mengalir lagi, kendati masih terdapat bau belerang. Tetapi, semua pihak harus tetap waspada, dihawatirkan terjadi aliran lahar panas jika turun hujan.

“Mohon saling waspada, menjaga jarak aman, dan tetap menjaga protokol kesehatan,” ungkapnya. (tok/*)



Apa Reaksi Anda?

Komentar