Peristiwa

Semeru Keluarkan 13 Kali Guguran Lava Pijar, Status Waspada

Gunung Semeru, FOTO: twitter @KementerianLHK

Lumajang (beritajatim.com) – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang alami 13 kali guguran lava pijar. Fenomena ini bisa terlihat jelas pada malam atau jelang dini hari.

Sejak 27 November 2020 hingga saat ini, berdasarkan informasi hasil pengamatan Pos Gunung Api Semeru di Gunung Sawur Lumajang, aktivitas  mengalami peningkatan

“Semeru memang ada guguran lava pijar,” kata Kabid Kesiapsiagaan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Wawan saat dihubungi beritajatim.com, Minggu (29/11/2020).

Masih kata dia, Semeru memang dalam keadaan normal sering meletus untuk mengeluar gas. Fenomena lava pijar, dikarenakan ada magma naik keatas dan keluar dari lubang dibawah puncak.

“Status tetap waspada, tidak ada kenaikan aktifitas,” jelasnya.

Data dari Pusat Pemantau Gunung Semeri dari Pos Gunung Sawur Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro diterima oleh BPBD Lumajang masih tercatat per 28 Nopember 2020 sebagai berikut :

Gunung Semeru jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Hujan terjadi 1 kali gerimis-sedang. Letusan teramati 3 kali tinggi asap kl 100 m warna asap putih tebal condong ke arah barat daya.

Guguran dan lava pijar teramati 13 kali dengan jarak luncur kl 500-1000 m dari ujung lidah lava ke arah besuk kobokan (ujung lidah lava kl. 500 m dari puncak).

Untuk data kegempaan, letusan berjumlah : 7, Amplitudo : 15-17 mm, Durasi : 65-120 detik. Guguran berjumlah : 41, Amplitudo : 2-12 mm, Durasi : 45-140 detik.

Untuk Hembusan berjumlah : 10, Amplitudo : 2-7 mm, Durasi : 50-80 detik. Gempa Tektonik Jauh berjumlah : 2, Amplitudo : 8-26 mm, S-P : 14-74 detik, Durasi : 50-150 detik. (har/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar