Peristiwa

Semburan Lumpur di Bojonegoro Ditangani Darurat

Petugas melakukan kajian cepat dan penanganan darurat di lokasi semburan lumpur

Bojonegoro (beritajatim.com) – Semburan lumpur yang diduga berasal dari sumur minyak peninggalan Belanda di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro ditangani secara darurat. Agar kandungan air, lumpur, minyak dan gas yang keluar tidak meluber.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro bersama dengan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, TNI/Polri Pemerintah Desa dan Kecamatan serta masyarakat sekitar melakukan penanganan darurat dengan cara menggali tanah di sekitar semburan.

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Umar Ghoni mengatakan, hasil dari kajian cepat yang dilakukan, ada beberapa rekomendasi yang harus segera dilakukan. Di antaranya membuat galian tanah seluas dua meter dengan kedalaman dua meter untuk menampung fluida yang keluar.

“Agar fluida yang keluar dapat terserap kembali ke tanah, dan sebagian menguap, sehingga fluida yang keluar berupa air, gas, minyak dan lumpur tidak mengganggu lingkungan sekitar,” ujarnya, Rabu (5/2/2020).

Selain itu, petugas juga memberi edukasi kepada masyarakat sekitar agar tidak perlu takut atau panik akan kejadian yang ada. Pihak desa, lanjut dia, juga akan melakukan pemantauan aktifitas fluida yang keluar selama tujuh hari ke depan serta memberikan garis batas agar warga tidak mendekat.

“Melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan HSSE Pertamina EP Asset 4 terkait sample fluida dan gas yang keluar apakah mengandung zat berbahaya atau tidak (kondisi saat ini fluida relatif aman/tidak berbahaya),” jelasnya.

Fluida yang keluar diduga berasal dari bekas pengeboran sumur minyak tua peninggalan Belanda. Keluarnya semburan lumpur diketahui pada Senin, (3/2/2020) sekitar pukul 15.00 WIB di halaman rumah Suratman. Dimensi genangan fluida yang keluar dengan panjang dua meter, lebar dua meter dan tinggi 5 sampai 10 centimeter. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar