Peristiwa

Sembunyi di Tumpukan Jerami, Ular Sanca 2,5 Meter di Mojokerto Dievakuasi Beserta Telurnya

Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto bersama TNI/Polri, relawan dan warga mengevakuasi ular. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Seekor ular sanca sepanjang 2,5 meter dievakuasi Damkar Mojokerto beserta telur-telurnya. Ular tersebut membuat heboh Dusun Klanting RT.02 RW.11 Desa Pulorejo, Kecamatan Damar Blandong, Kabupaten Mojokerti lantaran bersarang dan bertelur di tumpukan jerami.

Kasi Humas Polresta Mojokerto, Ipda MK Umam mengatakan, petugas mendapatkan informasi dari salah satu warga jika ada ular di kandang sapi.

“Sekira pukul 07.30 WIB, petugas mengamankan karena keberadaannya bisa membahayakan warga,” ungkap Umam, Selasa (8/11/2022).

Petugas dari Polsek Dawar Blandong, Koramil Dawar Blandong dan relawan berhasil mengamankan ular sanca tersebut. Ular itu kemudian diserahkan ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto mengungkapkan, petugas mendapat informasi dari warga sekira pukul 06.30 WIB. “Namun memang jarang ke lokasi cukup jauh sehingga ular berhasil dievakuasi TNI, Polri, relawan dan warga,” katanya.

Saat proses evakuasi, kata Sukamto, warga melihat ular dengan ukuran sebesar lengan orang dewasa itu bersembunyi di balik tumpukan jerami pakan sapi. Saat tumpukan jerami dibongkar, ditemukan beberapa butir telur ular tersebut.

“Tumpukan jerami setinggi 2 meter di sebelah kandang sapi tersebut dibongkar, ditemukan ada enam butir telur,” kata dia.

Meski begitu, warga masih curiga masih ada ular lain yang bersarang di dekat lokasi temuan. Ini lantaran petugas Damkar menemukan kembali telur yang terletak tak jauh dari titik temuan.

“Memang tidak semua dibongkar, namun di sekitar lokasi ular ditemukan yakni di sisi selatan. Warga mengatakan jika sebelum petugas datang ada yang menemukan beberapa telur ular,” jelasnya.

Oleh warga, lanjut Sukamto, telur tersebut dibuang sampai pecah. Kemudian ular yang telah dievakuasi tersebut diamankan petugas beserta enam butir telur ke kantor Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto.

“Saat ini, sudah kita amankan sembari menunggu koordinasi dengan relawan untuk dilepasliarkan. Ada enam butir telur yang kita bawa, memang kita tidak bisa memastikan apakah masih ada di tumpukan jerami tadi karena tidak semua jerami dibongkar. Namun warga mengatakan jika ada yang dibuang dan pecah,” tuturnya.

Sukamto menjelaskan, jika awal penemuan ular tersebut setelah pemilik sapi tersebut hendak memberi makan ternak miliknya. Pemilik mengambil jerami untuk pakan sapi namun melihat ada ular sehingga menyampakan ke tetangganya dan dilaporkan ke petugas BPBD Kabupaten Mojokerto. [tin/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar