Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sembilan Langkah Pertamina untuk Kembangkan UMKM di Era Digital

Jember (beritajatim.com) – PT Pertamina (Persero) menggunakan teknologi digital secara komprehensif untuk mendongkrak usaha mikro kecil menengah (UMKM) binaan. Hal ini sangat bermanfaat terutama pada masa pandemi.

“Dalam 1,5 tahun ini, kami sudah melakukan 414 pelatihan yang diikuti 11.955 UMKM. Teknologi digital memudahkan semua. Kami melakukan 33 pameran online dan offline dengan diikuti 292 mitra binaan,” kata Head of Small Medium Enterprise Partnership Programme, PT. Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto, dalam acara Road to IDC Jawa Timur bertema Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit yang diselenggarakan secara daring oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Rabu (17/11/2021).

Hasilnya, 656 mitra binaan Pertamina memiliki izin dan sertifikasi usaha, 1,935 mitra binaan UMKM dan 4.845 mitran binaan RB naik kelas pada 2019-2021. “Ada 291 mitra binaan yang omzetnya bertambah dan ada 61 UMKM yang mengglobal menjadi eksporter baru,” kata Rudi.

Semua ini tak lepas dari sembilan program unggulan Pertamina. Pertama, UMK Academy, di mana UMKM mitra binaan mendapat pembelajaran dan akselerasi agar bisa berprestasi dan naik kelas. Kedua, hibah teknologi tepat guna bagi UMKM yang berkeinginan kuat untuk berkembang. Ketiga, sertifikasi dan perizinan. Keempat, display product SME. Kelima, e-learning. “Kami siapkan agar UMKM berlatih mandiri,” kata Rudi.

Keenam, publikasi UMKM. “Kami mencatat ada lima ribu pemberitaan pada 2020 tentang UMKM binaan Pertamina. Kami harapkan pemberitaan bisa efektif mendorong pemasaran produk UMKM kita. Kami cantumkan link pemasaran dalam pemberitaan, sehingga masyarakat bisa bertransaksi langsung. Kami juga sediakan alat pajang digital di sosial media,” kata Rudi.

Ketujuh, penjualan produk UMKM melalui e-commerce. “Kami bekerjasama dengan Idea dan beberapa pengelola e-commerce agar bisa menjadikan UMKM mitra binaan Pertamina lebih ramah digital, bisa mengelola market place sebaik mungkin. UMKM kita mungkin banyak yang sudah punya akun. Tapi bagaimana mengonversi akun agar bisa menghasilkan transaksi penjualan, perlu pelatihan lebih banyak lagi,” kata Rudi.

Kedelapan, katalog SME 100. Katalog ini diharapkan juga bisa menjadi sarana publikasi. Terakhir, program eksibisi atau eksibisi virtual. “Pandemi membuat kami adaptif dan membuat eksibisi pertama di Indonesia yang sophisticated persiapannya. Tahun 2021, kami bekerjasama dnegan Kementerian Desa, BI, dan Pemprov Kaltim mengadakan eksibisi yang melibatkan 200 lebih UMKM binaan. Dalam acara SMEXPO, lebih dua ribu binaan kita yang submit, dan kami berharap bisa meningkatkan kapabilitas UMKM agar lebih resilience dalam menghadapi distraksi baru dan memperluas pasar,” kata Rudi. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar