Peristiwa

Semak-semak Terbakar, Api Nyaris Membakar Sekolah, Pelajar Panik

Petugas PMK Tuban saat berusaha memadamkan api di lahan kosong

Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah pelajar dan juga guru yang sedang dalam kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Abdi Negara, Kelurahan Sidorejo, Kota Tuban digegerkan dengan kebakaran semak-semak dari lahan kosong di belakang sekolah itu.

Api yang dengan cepat membesar menjalar membakar rumput dan tanaman liar di area lahan milik yayasan Abdi Negara Tuban itu hingga sampai mendekati bangunan. Beruntung petugas PMK dari BPBD Tuban yang mendapatkan laporan langsung terjun ke lokasi untuk memadamkan api.

Pantauan beritajatim.com di lapangan, kebakaran lahan yang penuh dengan semak-semak tanaman liar itu diduga dibakar oleh orang gila. Pasalnya, api pertama muncul dari pojok utara lahan milik yayasan tersebut dan jauh dari gedung SMK Abdi Negera itu.

“Saat proses belajar, tiba-tiba ada asap yang berasal dari semak-semak, semua langsung kaget. Selanjutnya, kita bersama teman-teman ikut memadamkan api,” kata Maulidha, salah satu pelajar SMK Abdi Negera Kota Tuban itu.

Kebakaran semak-semak di lahan kosong milik yayasan Abdi Negara Tuban

Para pelajar di sekolah itu menyatakan, bahwa sebelum adanya kebakaran di belakang sekolah itu terlihat ada orang dengan gangguan jiwa yang berada di sekitar lokasi sekolah. Setelah tidak berselang lama, kebakaran semak-semak itu terjadi dan orang yang membakar itu langsung lari.

“Tadi ada orang gila laki-laki yang membakar semak-semak. Waktu apinya membesar orangnya lari, sempat dikejar tapi tidak kena,” ungkap salah satu guru yang ada di sekolah tersebut.

Lantaran kondisi cuaca yang panas dan angin kencang membuat api dengan cepat membesar hingga membakar hampir seluruh semak-semak di lahan itu. Untuk memadamkan api, sebanyak dua unit mobil PMK dari BPBD Tuban dan satu kendaraan tangki penyuplai diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas tim Damkar BPBD Tuban dalam waktu sekitar 30 menit guna memastikan api benar-benar padam dan tidak ada sisa api yang masih menyala. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa maupun bangunan sekolah ataupun rumah warga yang ikut terbakar dalam kejadian itu.

“Tadi pemilik bangunan yang ada di sekitar siji juga panik semua. Karena memang apinya sangat besar, takut merembet sampai warung-warung,” papar Wibowo, salah satu warga yang ada di sekitar lokasi kebakaran itu.[mut/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar