Peristiwa

Seluruh Gerbong Kereta Anjlok di Stasiun Kota Lama Berhasil Dievakuasi

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto.

Malang(beritajatim.com) – PT KAI Daop 8 Surabaya telah berhasil mengevakuasi 4 gerbong kereta api cadangan yang anjlok di jalur dua di Stasiun Malang, Kota Lama. Rangkaian kereta api ini berjumlah 7 gerbong, hanya empat gerbong yang keluar jalur saat proses langsiran.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan, empat gerbong seluruhnya berhasil dievakuasi pada pukul 14:16 WIB, Kamis, (19/11/2020) oleh tim evakuasi PT KAI. Dalam proses evakuasi ini, PT KAI Daop 8 Surabaya telah mendatangkan alat mesin Crain dari Solo.

“Tepat pada pukul 14:16 WIB, tim evakuasi KAI telah berhasil mengevakuasi semua gerbong kereta yang anjlok. Gerbong yang berhasil di evakuasi tersebut adalah K1 01706, K1 01701, P 06803, dan P 01607. Dengan melibatkan 60 personel tenaga teknisi evakuasi sarana dan 20 personel tenaga teknisi jalan rel dibantu dengan unit – unit lainnya,” papar Suprapto.

Setelah melakukan evakuasi gerbong kereta api yang keluar jalur. Saat ini tim teknis melakukan perbaikan jalur sepanjang 100 meter di Jalur dua Stasiun Malang Kota Lama. PT KAI juga memohon maaf kepada pengguna kereta api atas ketidaknyamanan yang terjadi. “Kami terus berupaya agar seluruh jalur di Stasiun Malang Kota Lama bisa kembali pada kondisi normal. Sementara untuk penyebab masih dalam proses penyelidikan,” ujar Suprapto.

Sebelumnya, informasi di lapangan, Stasiun Kota Baru berada pada ketinggian 444 meter di atas permukaan laut. Sedangkan Stasiun Kota Lama berada di ketinggian 429 meter di atas permukaan laut. Faktor ini diduga menjadi salah satu penyebab kereta api melaju kencang dari Stasiun Kota Baru menuju Stasiun Kota Lama. Namun, Suprapto kembali menegaskan masih dalam penyelidikan.

“Pola operasi langsiran ini masih dalam tahap penyelidikan. Sekali lagi terkait dengan penyebab dan pola langsiran masih sesuai dengan penyelidikan,” ujar Suprapto.

Berdasarkan informasi rangkaian kereta ini melaju dari Stasiun Kota Baru karena proses langsiran yang gagal. Sehingga kereta melaju dari arah utara menuju selatan. Bahkan, sempat melintasi 3 perlintasan palang pintu kereta api. Masing-masing di Jalan Mangun Sarkoro, Jalan Zaenal Zakse, dan Jalan Martadinata sebelum berakhir di jalur dua karena menabrak eskavator dan keluar jalur karena rel dua putus dalam perbaikan.

Informasi ini diperkuat oleh kesaksian warga di lokasi. Slamet Effendy mengungkapkan saat peristiwa itu terjadi dirinya berada di lantai dua rumahnya. Dia melihat secara jelas jika 7 gerbong kereta api tanpa lokomotif melaju kencang dengan kecepatan kira-kira 40 kilometer dari arah utara atau Stasiun Kota Baru. Bahkan, dia sempat meneriaki para pekerja untuk menghindar dari rel.

“Jadi setelah kereta Penataran jurusan Surabaya – Blitar melintas dua menit kemudian tiba tiba dari arah utara atau dari arah Stasiun Malang Kota Baru, datang tujuh rangkaian gerbong kereta tanpa lokomotif berjalan kencang di jalur rel dua. Diperkirakan kecepatan gerbong tanpa lokomotif itu berjalan sekitar 40 kilometer per jam,” tandas Slamet. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar