Peristiwa

Selama PSBB, Pelayaran ke Bawean Ditutup

Gresik (beritajatim.com) – Selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), per 24 April 2020, Otoritas Pelabuhan Gresik menutup pelayaran dari arah Gresik-Bawean maupun arah sebaliknya.

Terkait dengan itu, Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas II Gresik melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelarangan mudik ke Pulau Bawean.

Larangan mudik itu, untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jalur laut pelayaran ke Pulau Bawean hanya dioperasikan Kapal Giliyang sebagai pelayanan logistik, bukan untuk melayani penumpang.

Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Gresik Capt Masri T Randa Bunga mengatakan, pihaknya bersama petugas memberikan selebaran pengumuman dan informasi tentang tidak adanya layanan untuk penumpang.

“Kapal yang saat ini beroperasi Kapal Pelni ASDP Giliyang pun hanya diperuntukkan untuk kebutuhan logistik sembako saja. Itu terhitung mulai tanggal 25 April sampai 31 Mei 2020,” katanya, Minggu (26/04/2020).

Ia menambahkan, Kapal Giliyang tetap beroperasi, tapi hanya logistik saja. Kendati demikian ABK-nya tetap menjalani SOP kesehatan.

“Kita mengantisipasi saja, takutnya kalau ada ABK yang tertular pastinya tidak hanya layanan logistik saja,” imbuhnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar