Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Selama Lebaran, Jumlah Kecelakaan di Ponorogo Naik Tajam

Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP. Ayip Rizal. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Meski masih pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat tahun ini memerbolehkan masyarakat untuk mudik di masa lebaran Idulfitri 1443 hijriah. Kebijakan tersebut nampaknya menimbulkan dilema bagi masyarakat di Ponorogo. Bagaimana tidak, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di bumi reog naik signifikan selama arus mudik dan balik lebaran yang selesai beberapa hari lalu.

Selama berlangsungnya operasi Ketupat Semeru, yang digelar pada tanggal 28 April hingga 9 Mei 2022, Satlantas Polres Ponorogo mencatat ada laka lantas sebanyak 29 kali dan korban meninggal sebanyak 4 orang. Sementara untuk korban tidak sampai meninggal atau mengalami luka-luka mencapai 45 orang.

“Data dari kami, mencatat ada 29 laka lantas selama libur lebaran ini. Dengan rincian korban jiwa ada 4 orang dan korban luka-luka mencapai 45 orang,” kata Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Ayip Rizal, Rabu (11/5/2022).

Kerugian materiil dari 29 laka lantas itu, kata Ayip, mencapai Rp 73 juta. Jika dibandingkan dengan angka laka lantas pada lebaran tahun lalu, Ayip menyebut bahwa peningkatannya lebih dari 100 persen. Menurut data arsip Satlantas Polres Ponorogo, angka laka lantas pada lebaran tahun lalu, hanya terjadi sebanyak 8 kasus. Dengan perincian 1 orang meninggal dunia, 18 orang mengalami luka-luka dan kerugian materiil yang ditimbulkan dari 8 laka lantas itu mencapai Rp 15 juta saja.

“Naiknya ya cukup signifikan. Semuanya naik, baik itu kasusnya, korban jiwa, korban terluka hingga kerugian materiil yang dihasilkan dari laka tersebut,” ungkap mantan atlet bola voli nasional itu.

Kenaikan angka laka lantas lebaran ini, kata Ayip kemungkinan dipengaruhi keputusan Pemerintah yang memperbolehkan mudik lebaran. Akibat dari kebijakan itu, volume kendaraan di jalan raya meningkat tajam. Dengan peningkatan volume kendaraan itu, sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Lebaran ini euforia masyarakat diperbolehkan mudik. Sebab, selama pandemi Covid-19 melanda, dua edisi lebaran sebelumnya, Pemerintah melarang masyarakat untum mudik,” katanya.

Sehingga ketika tahun ini dilonggarkan, maka dampaknya yang mudik meningkat dan volume kendaraan juga menjadi naik. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada momen lebaran ini, menurut Ayip disebabkan human error atau kesalahan manusianya sendiri. Pun, laka lantasnya menyebar di jalan di wilayah Kabupaten Ponorogo.

“TKP laka lantasnya menyebar di wilayah Ponorogo. Korban yang meninggak itu, ada yang pelajar, pekerja dan karyawan lainnya. Di titik-titik blackspot pun malah tidak terjadi laka lantas,” katanya.

Dengan kejadian laka lantas selama momen lebaran ini, AKP Ayip mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan berlalu lintas. Agar keselamatan di jalan raya bisa terjaga.

“Penyebab laka lantas dominan karena human error. Harus sampai kapan, kita sadar dan benar-benar sadar untuk berlalu lintas dengan baik dan benar,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar