Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Selain Orang Tua, Anak-anak Juga Jadi Korban Keracunan Massal di Jombang

Korban keracunan saat berada di ruang UGD Puskesmas Kesamben

Jombang (beritajatim.com) – Belasan warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Jombang, masih menjalani perawatan di Puskesmas setempat, Sabtu (14/5/2022). Selain orang tua, korban ternyata ada yang masih anak-anak.

Itu karena mereka ikut menyantap nasi kotak atau berkat yang dibawa oleh orangtunya usai acara yasinan di rumah Astutik selepas magrib. Salah satu anak yang menjalani perawatan di Puskesmas adalah putra dari Sumianah. Bocah laki-laki ini dirawat di salah satu kamar lantai dua.

“Saya yang ikut yasinan di rumah tetangga. Pulang mendapatkan nasi kotak. Nah, anak saya ini yang makan. Dia mengalami muntah, mual, pusing, diare, serta demam tinggi,” kata Sumianah yang menjaga sang anak di ruang perawatan Puskesmas Kesamben.

Acara yasinan rutin itu digelar pada Rabu (11/5/2022) setelah magrib. Sekitar 30 ibu-ibu hadir dalam acara itu. Setelah acara, tuan rumah memberikan berkat. Isinya, nasi putih, mie, telur rebus bumbu kuning, serta sepotong tahu goreng. Awalnya, tidak ada keganjilan usai menyantap berkat tersebut.

Gejala aneh baru muncul pada Kamis (12/5/2022) siang. Warga yang menyantap nasi kotak tersebut mengalami mual, muntah, pusing, diare, serta demam tinggi. Mereka kemudian dilarikan ke sejumlah tempat perawatan medis. Salah satunya Puskesmas Kesamben. Pada Jumat malam, ada 15 korban keracunan yang menjalani perawatan di Puskesmas tersebut. Termasuk anak dari Sumianah.

Kondisi serupa juga dialami oleh anak dari Sulistyowati, warga Dusun Garu lainnya. Meski mendapatkan berkat, namun Sulis tidak menyantap sajian tersebut. Nasi dengan lauk telur ‘gelundung’ dan tahu goreng itu dimakan oleh si buah hati.

usai memakan makanan dari acara tahlil dan yasinan di salah satu rumah warga setempat.

“Anak saya juga mengalami gejala seperti warga lainnya. Mual, muntah, pusing, diare, serta demam tinggi. Saya tidak ikut makan nasi berkat tersebut,” kata Sulis sembari menunjuk sang anak yang terbaring di lantai bawah ruang perawatan Puskesmas Kesamben.

Vita, warga Dusun Garu lainnya menambahkan, jumlah ibu-ibu jemaah yasin yang hadir di acara rutinan tersebut sekitar 30 orang. Namun demikian, jumlah yang mengalami keracunan 30 orang lebih. Karena usai acara, jemaah yasin yang hadir ada yang mendapatkan lebih satu nasi kotak.

“Nah, nasi tersebut ada yang dimakan bareng-bareng bersama keluarga. Jadi jumlah yang keracunan 30 orang lebih. Selain di Puskesmas Kesamben, ada yang dirawat di RS wilayah Mojokerto,” ungkap Vita.

Vita juga hadir dalam yasinan tersebut. Sama halnya dengan Sulis, Vita tidak ikut makan nasi kotak berlauk telur itu. Suami Vita sempat mencicipi sesuap, namun kemudian muntah. Sehingga tidak diteruskan. “Suami saya sempat mencicipi (nasi kotak). Begitu makan, langsung huekkkk…,” ujar Vita sembari memperagakan adegan orang muntah. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar