Peristiwa

Sekolah di Mojokerto Banjir, Siswa Kelas VI Belajar di Aula Masjid

Proses belajar mengajar kelas VI SDN Tempuran dilakukan di aula Masjid Al Hikmah. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir yang merendam dua dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menyebabkan para siswa SDN Tempuran diliburkan. Namun untuk siswa kelas VI, proses belajar mengajar dilakukan di aula Masjid Al Hikmah desa setempat.

Sebanyak 30 siswa kelas VI tersebut terpaksa mengikuti pelajaran di aula masjid dengan cara duduk lesehan. Mereka melepas sepatu dan mengikuti pelajaran yang diajarkan, sementara sebagian para siswa tidak memakai seragam dan hanya memakai pakaian sehari-hari.

Salah satu siswa, Ikbal mengaku, tidak enak saat mengikuti pelajaran di aula masjid karena harus duduk lesehan. “Enak belajar di sekolah tapi karena banjir jadi terpaksa belajar di sini. hanya kelas VI yang masuk, kelas I-V diliburkan karena kelas VI mau ujian,” ungkapnya, Selasa (4/2/2020).

Masih pelajar asal Dusun Bekucuk ini, air tidak sampai masuk rumah. Namun ia sengaja tidak memakai seragam sekolah karena sebelum masuk kelas, ia bermain air banjir di halaman sekolah. Ikbal menambahkan, ia dan teman-temannya lainnya harus belajar di aula masjid sampai banjir surut.

Hal yang sama diungkapkan siswa lain, Bagus. “Tidak enak belajar di sini (aula masjid), enak belajar di rumah saja. Tapi karena mau ujian jadi ya harus masuk sekolah. Kata bu guru kalau banjir belum surut, ya belajar di sini,” tuturnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar