Peristiwa

Sekolah Benarkan Siswi Berjoget di Cafe Usai Ujian

Mojokerto (beritajatim.com) – Pihak Sekolah Kabupaten Mojokerto membenarkan siswi yang berjoget diduga mabuk viral di media sosial (medsos) Facebook (FB) adalah siswinya. Pihak sekolah sudah memanggil yang bersangkutan dan orang tuanya.

“Iya yang joget itu siswa saya,  Langkah-langkah saya, tadi sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangani internal dan eksternal. Kita juga sudah panggil yang bersangkutan dan orang tuanya, termasuk siswi yang di belakangnya,” ungkap Kepala Sekolah, Ibnu Mudzakir, Kamis (5/12/2019).

Masih kata Ibnu, tidak hanya dua siswi tersebut saja tapi pihak sekolah juga memanggil siswa yang biasa nongkrong di cafe kawasan Jalan Raya Mojosari-Pacet, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto tersebut. Mereka langsung dipertemukan dengan pihak kepolisian dari Polsek Mojosari dan Polres Mojokerto.

“Untuk anak, tanggung jawab penuh. Saya masih mengharapkan anak saya lebih baik dari yang kemarin. Ini menjadi tanggungjawab saya penuh, karena ini anak bangsa yang dititipkan pada saya. Budi pekerti dan akhlak akan saya berikan khusus anak itu karena anak itu memerlukan perhatian khusus daripada yang lain,” katanya.

Siswi tersebut, lanjut Ibnu merupakan siswi  inklusif sehingga membutuhkan perhatian khusus, tidak sama dengan siswa yang lain. Dari pengakuan S, lanjut Ibnu, aksi joget dalam keadaan mabuk tersebut dilakukan di luar jam pelajaran yakni usai menjalani Penilaian Akhir Semester (PAS).

“Di luar jam pelajaran jadi dilakukan setelah hari terakhir PAS. Ulangan semester terakhir, jam 10 sudah pulang sesi pertama. Dia datang ke tempat itu, pengakuannya siang. Ada yang bilang jam 11 dan seterusnya. Pengakuan dia mabuk dan minuman sudah ada disitu saat dia datang, yang menyediakan siapa belum tahu. Belum mengaku. Meneguk tiga kali,” jelasnya.

Dari pengakuan S, lanjut Ibnu, di cafe tersebut biasa dibuat nongkrong para pelajar dari berbagai sekolah yang ada di Mojokerto. Meski S mengaku menenggak minuman keras (miras) di cafe tersebut, namun tidak mengatakan apa jenis minuman yang ia tenggak tersebut.

“Campuran itu, warna merah, tidak hafal saya. Masalahnya, masih didalami kira-kira anak ini memerlukan perhatian khusus apa dan latar belakangnya apa. Akan saya dalami satu per satu. Saya sudah memerintahkan BK, untuk broken home atau tidak, belum tahu. Mungkin khilaf, saya tidak tahu,” tuturnya.

Meski dalam poin tata tertib apa yang dilakukan S sudah melebihkan namun, pihaknya tidak akan mengambil suatu tindak mengeluarkan siswi tersebut. Menurutnya, hal tersebut menyangkut masa depan siswi tersebut dan menjadi tanggungjawabnya sebagai kepala sekolah.

“Saya tidak akan melakukan mengambil suatu tindakan mengeluarkan karena ini masa depan anak itu. Karena sudah tinggal berapa bulan, ini tanggungjawab saya sebagai kepala sekolah,” tegasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar