Peristiwa

Sejumlah Aktivis Demo Tertawa Bersama di DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah aktivis organisasi non pemerintah melakukan aksi tertawa bersama di halaman kantor DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (25/1/2019).

Aksi tertawa ini merupakan ungkapan bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan Bupati Faida dan kinerja DPRD Jember. “Banyak persoalan yang mentok. Bagaimana satuan kerja pemerintah daerah yang masih banyak dijabat pelaksana tugas. Ini sudah tiga tahun, mau masuk ke tahun keempat pemerintahan tapi masih seperti tahun-tahun awal,” kata Kustiono Musri, salah satu aktivis.

Kondisi pemerintah daerah saat ini sudah tak bisa ditoleransi. “Pilihannya hanya tertawa. Menertawakan diri sendiri, menertawakan Pemkab Jember yang menurut kami unik. Pilihan kedua adalah revolusi dan itu tidak mungkin. Risikonya pidana,” kata Kustiono.

Apakah aksi ini bentuk keputusasaan? “Hampir bisa dikatakan seperti itu, walaupun kami tidak akan berputus asa mengkritisi. Sampai kapan pun, sampai kiamat kurang dua hari lagi, saya tetap akan mengkritisi,’ kata Kustiono.

Para aktivis juga kecewa dengan kurang berperannya DPRD Jember dalam memantau kinerja Pemkab. “Contoh kecil persoalan jalan. Bagaimana peran DPRD? Seolah-olah semua tergantung eksekutif. Tidak bisa begitu. Ini pemerintahan Kabupaten Jember bukan kerajaan,” kata Kustiono.

Kustiono melihat anggota DPRD takut karena memiliki kasus hukum. Ia meminta aparat hukum untuk tidak ragu-ragu mengusut kasus di tubuh parlemen jika terbukti. “Jebloskan semua seperti di Kabupaten Malang. Toh ada mekanisme pergantian antar waktu (PAW),” kata Kustiono. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar