Peristiwa

Sehari, Dua Orang di Jombang Tewas Gantung Diri

Jombang (beritajatim.com) – Dua warga Jombang ditemukan tewas dengan cara gantung di lokasi berbeda pada hari yang sama, Kamis (18/7/2019). Dugaan sementara, mereka nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis karena depresi.

Kejadian pertama di Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito. Saiman (79), warga setempat ditemukan menggantung di pohon mangga. Lehernya terlilit tali tambang. Dia ditemukan saat warga hendak pergi ke sawah. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sumobito.

Petugas kemudian mengevakuasi jasad Saiman. Berdasarkan keterangan kelurga, Saiman selama ini sudah sakit-sakitan, bahkan pikun. “Dugaan sementara, korban nekat gantung diri karena depresi. Tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuh Saiman. Artinya, korban meninggal murni bunuh diri,” ujar Kapolsek Sumobito AKP Muhammad Agus.

Kejadian kedua, seorang kakek berusia 59 tahun bernama Buari, warga Desa Selorejo, Kecamatan Mojowarno. Buari juga nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri, lantaran diduga mengalami depresi akibat penyakit dideritanya. Kali pertama yang mengetahui hal itu adalah anak korban sendiri, Sudarno.

Saat itu, sekitar pukul 07.00 WIB Sudarno berniat mengunjungi orang tuanya yang telah lama hidup sendiri di rumah. Saat membuka pintu, Sudarno terkejut. Dia melihat orang tuanya dalam keadaan menggantung di dalam rumah. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Mojowarno.

Polisi langsung melakukan proses identifikasi dan olah TKP (tempat kejadian perkara). Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan meminta jenazah tersebut langsung dimakamkan.

“Diduga korban gantung diri karena mengidap penyakit kusta dan diabetes yang sudah bertahun-tahun. Kita tidak menemukan bekas kekerasan pada tubuh korban,” jelas Kapolsek Mojowarno AKP Wilono. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar