Peristiwa

Sehari, 2 Kasus Kebakaran Terjadi di Mojokerto

Petugas melakukan pemadaman di PT Kurnia Anggun di Desa Bangun, Kecamatan Punggung, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalamw waktu satu hari, setidaknya ada dua kasus kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Dua kasus kebakaran tersebut terjadi di lahan bambu yang ada di Desa Banjar Tanggul dan pabrik furniture PT Kurnia Anggun di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, kebakaran pertama terjadi di lahan bambu di Dusun Kecubuk, Desa Banjar Tanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

“Sekira pukul 08.15 WIB, petugas PMK menerima laporan adanya kebakaran lahan bambu di Dusun Kecubuk, Desa Banjar Tanggul. Dua unit mobil PMK milik BPBD Kabupaten Mojokerto langsung diterjunkan ke lokasi kejadian,” ungkapnya, Sabtu (19/9/2020).

Masih kata Zaini, api membakar lahan bambu seluas 5 x 10 m². Sekitar satu jam lebih, petugas baru berhasil melakukan pemadaman. Selang beberapa menit pasca adanya laporan kebakaran di lahan bambu Desa Banjar Tanggul, petugas kembali mendapatkan laporan adanya kebakaran di PT Kurnia Anggun.

“Sekitar pukul 08.20 WIB, pabrik furniture PT Kurnia Anggun di Jalan Raya Ngrame, Desa Bangun, Kecamatan Pungging terbakar. Blower di ruang finishing dengan luas 20 x 40 m² terbakar, kami terjunkan 3 unit mobil PMK milik BPBD Kabupaten Mojokerto. Sekira pukul 09.30 WIB, api berhasil dipadamkan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pungging, AKP Suwiji menambahkan, kebakaran yang terjadi di PT Kurnia Anggun terjadi di gudang finishing yang terletak di bagian belakang pabrik. “Dari keterangan saksi, kebakaran terjadi berawal dari adanya percikan api yamg berasal dari sekitar blower yang lama tidak digunakan,” jelasnya.

Api kemudian menjalar ke tempat kursi kayu yang akan dilakukan finishing. Kapolsek menjelaskan, melihat api yang mulai menjalar karyawan secara bergotong royong melakukan pemadaman dengan menggunakan apartemen dan hidran yang ada di pabrik serta air dari pompa sehingga api cepat dipadamkan.

“Sekira pukul 09.30 WIB, api berhasil dipadamkan dan selanjutnya dilakukan pembasahan. Dugaan awal terjadinya kebakaran disebabkan karena adanya hubungan arus pendek listrik atau konsleting di gudang finishing tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, untuk kerugian masih dilakukan penghitungan,” tegasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar