Peristiwa

Sebulan, 7 Korban Meninggal di Jalan Mojokerto

Foto ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski angkanya menurun, namun tren kecelakaan di wilayag hukum Polres Mojokerto hingga mengakibatkan korban meregang nyawa di jalan raya cenderung masih tinggi. Selama bulan April 2020 saja, setidaknya ada tujuh korban meninggal di jalan raya, sedangkan 63 korban lainnya mengalami luka ringan.

Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Wihandoko mengatakan, setiap bulan tren kecelakaan mengalami naik turun. “Dalam bulan April kemarin, kecelakaan memang masih menyumbang angka kematian dengan 7 orang tewas dari 60 kasus kecelakaan,” ungkapnya, Selasa (5/5/2020).

Masih kata Kanit, meski tren kecelakaan cenderung tinggi, namun jika dibanding bulan Maret justru kasus kecelakaan turun hingga 10 persen. Jumlah angka kecelakaan di bukan Maret mencapai 74 kasus, dengan korban tewas sebanyak 13 korban, luka berat tiga orang dan 76 orang luka ringan.

“Jumlah kerugian material di bulan April cenderung lebih rendah atau Rp54,4 juta dari sebelumnya Rp68,8 juta. Human error masih mendominasi kecelakaan. Seperti mendahului dari sisi kiri. Dengan banyaknya kendaraan yang melintas, tak sedikit, dalam praktiknya, pengendara mendahului dari arah kiri dan tidak memperhatikan haluan di depannya,” katanya.

Akibatnya, lanjut Kanit, situasi tersebut membuat korban meregang nyawa akibat terjatuh dan terlindas dump truck yang hendak didahului. Menurutnya, faktor Jalan juga memperngaruhi namun hanya sedikit. Dengan kondisi jalan berlubang, beberapa kali kerap memicu kecelakaan. Khusunya, di jalur trans nasional By Pass dan jalur protokol Mojokerto-Pasuruan.

“Terkait angka penurunan kecelakaan ini karena memang ada pembatasan keluar rumah akibat virus corona. Yang jelas, kami selalu mengimbau masyarakat selalu safety dan hati-hati saat berkendara,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar