Peristiwa

Sebelum Wafat, Kakak Ipar Khofifah Tiap Hari ke Makam

Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh senior NU yang pernah menjabat Komandan Banser Jatim serta mantan ketua GP Ansor Surabaya KH Masjkur Hasjim, telah berpulang pada Kamis (2/4/2020) di kediamannya di Jemurwonosari-Surabaya.

Hj Aisyah yang merupakan istri Almarhum sekaligus merupakan kakak kandung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan kebiasaan sang Begawan Politik tersebut sebelum wafat. Ia mengungkapkan, almarhum suaminya sering berziarah ke makam putranya.

“Akhir-akhir ini selalu ke makam setiap hari, ke makam anak kami yang sulung, H. Fery Azhar. Pernah juga bilang ke saya, ayo meninggal bareng. Saya spontan bilang, ya jangan, kasihan anak dan putu (cucu)”, jelasnya.

Perempuan berusia 65 tahun itu juga bercerita jika sebelum berpulang dirinya bersama almarhum suami sempat pergi ke pasar berdua.

“Beliau memang suka ajak jalan-jalan. Biasanya ke pasar, ke rumah anak, dan sebagainya. Tapi yang kemarin itu keluar sebentar saja dan cepet pulang. Begitu pulang langsung manggil kedua putu yang di rumah. Semuanya masih seperti biasa. Baru tengah malam sakit perut, biasanya seperti itu masuk angin saja dan sembuh. Tapi yang kemarin itu tidak,” kisahnya.

Sementara itu, Lia Istifhama selaku anak keenam dari pasangan Almarhum KH Masjkur Hasjim dan Hj. Aisyah bercerita soal firasat sebelum sang ayah berpulang.

“Usia beliau sebenarnya akan menginjak 71 tahun pada 14 April mendatang, tapi sebelum ulang tahun, ini yang terjadi”, ujar Lia Istifhama.

“Beliau sekitar Minggu lalu sempat tanya, ini tahun berapa Hijriyah? Ternyata mungkin itu salah satu firasat beliau, yaitu berpulang pada 2 Sya’ban 1441 H,” tambah Lia.

Lia, pada kesempatan ini, turut memberikan harapan dari ayahandanya. “Beliau sangat kagum dengan ibu gubernur. Sering sekali memuji-muji kalau dirumah, sebagai mantan ketua IPPNU Surabaya termuda, pintar dan lantang berpidato, dan sebagainya. Beliau memang kagum karena harus diakui, jarang sekali figur perempuan sehebat ibu Gubernur”, pungkas Lia.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai adik ipar pun turut menjelaskan pentingnya peran Almarhum KH Masjkur Hasyim selama hidup.

“Beliau yang mengajarkan adalah guru organisasi saya. Mengajak saya berorganisasi, berpolitik, dan sering sekali berdiskusi sampai jam dua malam. Almarhum juga yang mengantarkan saya sebagai ketua IPPNU ketika kelas 3 SMA, Ketua Korpri PMII ketika semester lima, dan banyak proses, terutama politik, yang beliau ada didalamnya. Kakak saya ini juga yang menganjurkan saya untuk masuk jurusan Fisip Unair dan selalu menjadikan saya substitusi setiap ada kader Gerakan Pemuda Kakbah yang tidak hadir ketika ada acara tertentu. Memang semua orang bisa berproses, tergantung bagaimana orang menyikapi sosok sebagai mediasinya dalam berproses,” ujarnya. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar