Peristiwa

Sebelum Bunuh Balita, Sudi Sempat Minta Bantuan Covid-19 Rp 5 Miliar

Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono

Malang (beritajatim.com) – Seorang pria yang menderita gangguan jiwa bernama Sudi (40), warga Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, menyerang balita hingga tewas.

Sebelum melakukan penyerangan sekitar pukul 09.15 WIB, Senin (11/5/2020) pagi, Sudi sempat menagih bantuan ke Kantor Desa Kasembon.

“Pagi hari itu pelaku ngomel-ngomel di kantor desa. Dia beranggapan mau dapat bantuan Rp 5 miliar, saat itu nyari kepala desa, kan belum datang. Terus dia pulang,” ungkap Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono, Senin (11/5/2020).

Sepulang dari kantor desa itulah, diduga Sudi ‘kambuh’. Ibu Sudi yang khawatir dengan kondisi anaknya itu, lalu pergi ke kantor desa untuk meminta bantuan. Namun sial, belum sempat bantuan datang, Sudi sudah mengamuk dan melakukan penyerangan.

“Ibu pelaku datang ke kantor desa minta bantuan untuk diawasi, karena mulai malam tadi sudah ada tanda-tanda kambuh. Tidak selang lama akhirnya kejadian,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Sudi melakukan penyerangan terhadap dua orang balita berserta kakeknya. Ketiga korban yaitu V (2), A (9), dan S atau Senun (65).

Dalam penyerangan itu, Sudi menggunakan sebilah sabit. Adapun korban meninggal dalam peristiwa itu yaitu V. Korban V meninggal setelah menderita luka cukup parah di bagian dagu.

Sedangkan A dan Senun kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita luka yang juga parah.

Kini, pelaku Sudi sudah diamankan di Polsek Bululawang. Selanjutnya, Sudi akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wedyodiningrat Lawang. Mengenai proses hukum, meskipun pelaku gila, akan tetap dilanjutkan.

“Setelah ini kita bawa ke RSJ. Pelaku juga sudah pernah dirawat disana, kemudian keluar Januari 2019 lalu. Ini mungkin pas obatnya habis. Untuk proses hukum kita tetap, tinggal nanti tunggu di Pengadilan,” Pujiyono mengakhiri. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar