Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sebar Foto Hoaks, 3 Guru Honorer di Mojokerto Diamankan

Foto hoax yang viral di medsos.

Mojokerto (beritajatim.com) – Tiga orang guru honorer Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto harus berurusan dengan kepolisian, Rabu (8/12/2021). Ini menyusul, foto salah satu guru tersebut viral di media sosial (medsos) yang tidak sesuai dengan kebenarannya alias hoaks.

Ketiganya yakni, Ricky Yuli Eka Nurseloaji dan Ko’an Agung Dwi Saputro (25) warga Desa Belik serta Kamaludin Khaidir Ali (24) warga Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Ketiganya mengajar di tiga tempat berbeda. Foto hoax tersebut berawal dari kecelakaan tunggal pada Kamis (2/12/2021) pekan lalu.

Saat itu, Kamaluddin Khaidir Ali mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Kamaluddin jatuh sendiri karena terpeleset pasir saat mengendarai sepeda motor menuju ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

Mengetahui Kamaluddin terjatuh, Ricky Yuli Eka Nurseloaji mengambil foto dengan tujuan untuk meminta izin ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto tidak mengikuti acara karena kecelakaan. Rabu (8/12/2021) foto tersebut beredar di medsos namun sudah diedit dengan luka jeratan pada bagian leher.

Foto tersebut viral dan meresahkan masyarakat karena berisi pesan jika ada yang mengenal orang dalam foto tersebut sedang mengalami kecelakaan dan kondisinya sering melamun serta ngomong sendiri. Penyebar foto menambahkan agar foto tersebut di share ke grup masing-masing.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan ketiganya berhasil diidentifikasi. “Ketiganyal diamankan dan mengakui perbuatannya. Dari keterangan ketiganya diketahui jika foto tersebut benar milik Kamaluddin Khaidir Ali,” ungkapnya.

Benar jika yang bersangkutan mengalami kecelakaan tunggal saat hendak ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto pada, Kamis pekan lalu. Ketiganya mengendari sepeda motor berbeda. Karena mengalami kecelakaan, foto tersebut diambil Ricky Yuli Eka Nurseloaji.

“Foto diambil Ricky dengan tujuan meminta izin tidak mengikuti kegiatan di Dinas Pendidikan karena yang bersangkutan mengalami kecelakaan tunggal. Namun, tadi pagi foto tersebut diedit Ricky dengan menggunakan aplikasi WEMOJI untuk menambahkan gambar luka jeratan dan darah pada leher serta aplikasi PICART untuk merubah format foto menjadi PNG,” jelasnya.

Foto hasil editan tersebut dikirim ke Ko’an Agung Dwi Saputro dengan kata-kata sebagai bahan. “Sekedar info barangkali ada mengenal temen atau siapanya, terjatuh tadi pagi dikawasan trawas, keterangan warga skrng orange sering ngelamun dan ngomong” sendiri, mohon dishare digrub masing”.

“Foto editan dengan luka jeratan dan darah pada leher disebar ke grup WhatsApp (WAG) Guru Honorer PPPK (P3K) Kabupaten Mojokerto. Padahal yang bersangkutan dalam kondisi baik, sehat dan tidak seperti yang ada di dalam foto. Ketiganya kami amankan dan diminta untuk meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto terkait foto hoaks tersebut,” tegasnya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati