Peristiwa

Satu Pekerja Tewas, DPRD Minta Polisi Usut Proyek Perumda Tugu Tirta 

Malang (beritajatim.com)– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang meminta kepada Polres Malang untuk mengusut tuntas penyebab kematian seorang pekerja dalam proyek pemasangan pipa dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang di Desa Pelungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jumat (3/4/2020) malam.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, Sabtu (4/4/2020).

“Ada unsur keteledoran atau human error. Saya harap Polres Malang melakukan investigasi,” ungkap Didik.

Didik menegaskan, pihak Perumda Tugu Tirta dan pelaksana proyek harus bertanggung jawab penuh atas peristiwa meninggalnya seorang pekerja itu.

“Ada kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan dan penanggung jawab pekerjaan. Termasuk apa pekerja itu diikutkan BPJS. Harapannya, tenaga kerja ini agar bisa terselamatkan,” tegasnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini turut merekomendasikan agar proyek tersebut dihentikan sementara hingga penyelidikan yang dilakukan kepolisian tuntas.

“Sepenuhnya ranah kepolisian, apa dihentikan atau bagaimana. Ini kan pekerjaan dari Pemerintah Kota Malang, tapi rekomnya kan dari Dinas Bina Marga Kabupaten Malang,” papar Didik.

Diberitakan sebelumnya, proyek pengerjaan pemasangan atau pengelasan pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, memakan korban.

Seorang pekerja bernama Trijati Mulyono (40) warga Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan harus meregang nyawa dalam peristiwa tersebut. Trijati juga tercatat sebagai karyawan di PT Wijaya Karya atau WIKA. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar