Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Satu Kandang Komunal di Dawarblandong Mojokerto Nihil Kasus PMK

Sapi yang ada di Kelompok Ternak Lembu Makmur di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pertanian (Disperta) terus berupaya dalam menangani penurunan hewan yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Terbukti, angka kesembuhan sapi yang terindikasi PMK terus meningkat.

Demi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, setiap hari Tim Satuan Tugas (Satgas) PMK dari Disperta Kabupaten Mojokerto yang terjun langsung ke lapangan. Petugas turun ke lapangan untuk mengecek dan mengontrol hewan ternak sapi dalam menekan penyebaran wabah PMK.

Upaya dari Disperta Kabupaten Mojokerto tersebut membuahkan hasil manis. Satu kandang komunal yang dikelola Kelompok Ternak Lembu Makmur di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto bebas dari wabah PMK yang melanda saat ini.

Sapi yang ada di Kelompok Ternak Lembu Makmur di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Bidang Peternakan, Disperta Kabupaten Mojokerto, drh Agoes Hardjito menjelaskan, upaya yang dilakukan Disperta Kabupaten Mojokerto dalam menjaga kandang komunal Lembu Makmur bebas dari wabah PMK. Dengan cara sterilisasi dan pemberian vitamin secara rutin untuk sapi-sapi yang terindikasi PMK.

“Setiap hari dilakukan penyemprotan disinfektan, kemudian disuntik vitamin tiga hari sekali. Dan di situ juga selama ini tidak ada sapi dari luar yang masuk kesitu. Populasi hewan ternak sapi di Desa Gunungsari 713 ekor dan yang sudah sembuhan mencapai puluhan ekor sapi,” ungkapnya, Jumat (13/5/2022).

Secara terpisah, Ketua Kelompok Ternak Kandang Komunal Lembu Makmur, Janji menjelaskan, terkait upaya yang saat ini dilakukan dalam menjaga hewan ternak sapi agar tidak terjangkit wabah PMK.

“Kami lakukan dalam setiap hari. Yakni menjaga kebersihan kandang, sanitasi kandang, dan juga kami melakukan penyemprotan disinfektan,” jelasnya.

Setelah minum airnya, dibuang dan diganti yang baru. Sementara itu, petugas dari Satgas Disperta Kabupaten Mojokerto juga turun untuk memberikan sosialisasi terkait wabah PMK yang melanda wilayah Kabupaten Mojokerto khususnya di Kelompok Ternak Kandang Komunal Lembu Makmur.

“Petugas memberikan penjelasan ciri-ciri PMK. Seperti berlendir terus di hidung dan mulut, nafsu makannya berkurang, dan juga di kukunya itu ada lukanya. Kepada seluruh peternak hewan sapi agar tidak panik dalam menghadapi wabah PMK di wilayahnya masing-masing. Tingkat kematiannya juga rendah, maka dari itu kita usaha dulu, yang penting jangan panik,” ujarnya.

Jika ada gejala yang muncul seperti air liur keluar banyak dan dari kukunya ada yang luka, Janji mengimbau agar segera menghubungi petugas yang ada di lapangan. Sehingga angka sapi-sapi terinfeksi PMK di Kabupaten Mojokerto bisa diminimalisir.

Dalam hal penanganan wabah PMK di Kabupaten Mojokerto, Disperta telah memberikan disinfektan kepada kelompok ternak. Petugas juga melakukan sosialisasi kepada seluruh peternak di wilayah Kabupaten Mojokerto terkait ciri-ciri hewan ternak sapi terjangkit wabah PMK.

Tidak hanya itu, tim paramedis Disperta Kabupaten Mojokerto juga terus menyebar di seluruh kecamatan untuk melakukan penanganan terhadap hewan ternak yang terjangkit PMK. Sebagai langkah antisipasi, petugas juga memberikan vitamin ke hewan ternak yang belum terpapar, hal itu dilakukan rutin tiga hingga empat hari sekali.

Setidaknya, ada 75 ekor sapi di kandang komunal milik Kelompok Ternak Lembu Makmur di Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto berpotensi terjangkit PMK tersebut. Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara langsung mengunjungi Kelompok Ternak Lembu Makmur pada, Selasa (10/5/2022) kemarin. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar