Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Satu Dusun di Jombang Kekurangan Air Bersih

Foto ilustrasi.

Jombang (beritajatim.com) – Dusun Wonorejo, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jombang, Jawa Timur, kekurangan air bersih. Praktis, dusun berpenduduk 200 jiwa ini mengandalkan kirimian air bersih dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Ngrimbi Samsul Hadi menjelaskan, krisis air bersih di Dusun Wonorejo terjadi setiap tahun, yakni ketika musim kemarau tiba. Hal itu karena kondisi dusun tersebut merupakan wilayah perbukitan kering. Karena itu, warga tidak bisa mengandalkan air bersih dari sumur.

Mereka selama ini mendapatkan air bersih melalui pipa yang berasal dari dusun tetangga. Namun, memasuki kemarau ini debit air berkurang dratis. Sudah begitu, ada perbaikan pada jaringan pipa. “Sehingga warga Dusun Wonorejo kekurangan air bersih,” kata Samsul, Kamis (16/9/2021).

Samsul mengakui, beberapa hari ini sempat turun hujan. Namun hal itu tidak banyak menolong warga Dusun Wonorejo. Hingga akhirnya, Pemerintah Desa Ngirimbi mengirimkan permintaan air bersih ke BPBD Jombang. Walhasil, permintaan tersebut mendapatkan respon dari BPBD, “Jumlah penduduk di Wonorejo sekitar 200 jiwa. Dari jumlah itu terbagi dalam 48 KK (kepala keluarga),” sambung Kades Samsul.

“Kalau membuat sumur gali, tidak mungkin. Karena kondisi alam di Dusun Wonorejo perbukitan. Kalau sumur bor masih memungkinkan. Selama ini warga mendapatkan air bersih melalui saluran pipa yang diambilkan dari Dusun Brongkol (Kecamatan Wonosalam). Tapi sekarang debitnya berkurang. Selain itu, juga ada perbaikan pipa,” katanya menegaskan.

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang Abdul Wahab membenarkan adanya krisis air bersih di Dusun Wonorejo. Pihaknya juga sudah mendapatkan surat dari Pemdes Ngrimbi terkait permintaan air bersih. “Dua hari sekali kita kirim air satu tangki ke Dusun Wonorejo,” kata Wahab.

Wahab menjelaskan, memasuki September ini hanya ada satu dusun yang kekurangan air bersih. Hal itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Pengiriman air bersih hanya ke Dusun Wonorejo. Desa-desa lain belum ada,” lanjutnya.

Wahab mencontohkan, di Desa Kedunglumpang, Mojoagung, biasanya juga meminta bantuan air bersih ketika datang musim kemarau. Namun kali ini tidak lagi. Pasalnya di kawasan tersebut sudah dibangun sumur bor. “Namun demikian, bagi desa yang kekurangan air bersih bisa mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD,” pungkas Wahab. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar