Peristiwa

Satreskrim Polres Mojokerto Utang Ungkap Kasus Pembunuhan Karyawan Pabrik Sosis

Proses evakuasi korban pembunuhan di area persawahan Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sepanjang tahun 2020, ada enam kasus pembunuhan terjadi di wilayah hukum Polres Mojokerto. Dari enam kasus tersebut, Satreskrim Polres Mojokerto belum berhasil mengungkap kasus pembunuhan karyawan pabrik sosis warga Sidoarjo yang ditemukan di Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto pada, 13 Juni 2020 lalu.

Waka Polres Mojokerto, Kompol David Prasojo mengatakan, kasus kriminalisasi sepanjang tahun 2020 ada sebanyak 331 perkara. “Jumlah ini turun dibanding tahun2019, yakni sebanyak 408 perkara. Ini semua berkat kerja sama semua elemen masyarakat yang mendukung tugas Polri sehingga terjadi penurunan, sebanyak 19 persen,” ungkapnya, Selasa (29/12/2020).

Dari jumlah perkara sepanjang tahun 2020 tersebut, lanjut Waka, penyelesaian perkara sebanyak 238 kasus. Terjadi penurunan perkara yang diselesaikan dibanding tahun 2019 sebesar 18 persen karena selaras pelaporan yang menurun. Tunggakan perkara ada 93 perkara, namun terus berlangsung penyidikan dan penyelidikan.

“Dibanding tahun 2019, menurun. Ini menjadi prestasi Polres Mojokerto yakni menurun sebesar 21 persen. Di tahun 2020 kasus yang terjadi, terjadi selang waktu setiap 26 jam. Sementara tahun 2019, setiap 21 jam potensial terjadi satu tindak pidana. Data kasus yang menonjol 2020 diantaranya ada kasus curas 11 kejadian, diselesaikan 6 kejadian,” katanya.

Pencurian dengan pemberatan tahun 2020 sebanyak 56 kejadian, 32 kejadian diantaranya berhasil diselesaikan. Pencurian biasa laporan masuk ada sebanyak 13 kejadian dan berhasil diselesaikan sebanyak empat kasus. Sementara kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Polres Mojokerto sebanyak enam kasus dan berhasil diselesaikan lima kasus.

“Satu kasus pembunuhan menjadi atensi tim penyidik Polres Mojokerto agar bisa segera diungkap. Untuk perkara perjudian 100 persen berhasil diungkap yakni ada sebanyak 19 kejadian. Kekerasan terhadap anak dan pencabulan 13 kasus, berhasil diungkap 9 kasus. KDRT sebanyak 14 kasus dan 100 persen berhasil diselesaikan,” ujarnya.

Waka Polres Mojokerto, Kompol David Prasojo didampingi Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba saat rilis di Mapolres Mojokerto.

Untuk kasus korupsi, pengembalian aset sebesar Rp595.097.900. Pengungkapan lain adalah ilegal maining ada enam perkara, berhasil diselesaikan empat perkara. Sementara kasus prostitusi, ada sebanyak empat kejadian dan terungkap 100 persen. Dari total kasus tersebut, ada 321 tersangka. Jumlah ini menurun 30,31 persen dibandingkan tahun 2019 yakni sebanyak 321 tersangka.

“Jumlah tersangka anak, ada 6 tersangka laki-laki, sama dengan tahun 2019. Dewasa laki-laki sebanyak 277 tersangka dan 38 tersangka perempuan, tahun 2019 tersangka laki-laki sebanyak 197 dan tersangka perempuan sebanyak 21 tersangka. Jumlah korban terjadi penurunan, tahun 2020 sebanyak 281 orang, tahun 2019 sebanyak 349 orang,” urainya.

Kasus yang melibatkan perempuan dan anak, tahun 2020 terjadi penurunan dibanding tahun 2019, yakni sebesar 12,5 persen. Yakni sebanyak 14 kasus di tahun 2020 dan 16 kasus di tahun 2019. Waka menegaskan, indikator kamtibnas di wilayah hukum Polres Mojokerto aman dan kondusif, semua berkat bantuan semua elemen masyarakat yang membantu Polri sehingga terjadi penurunan banyak.

Korban yang merupakan karyawan sosis ditemukan di area persawahan Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto diketahui meninggalkan rumah, sehari sebelum ditemukan menjadi mayat. Korban Muhammad Ridwan (38) pergi dari rumah membawa sepeda motor.

Korban yang diketahui merupakan warga Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Mojokerto ini, pamit berangkat kerja ke pabrik sosis di Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo pada, Jumat (12/6/2020). Korban mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam nopol W 6078 sekira pukul 22.00 WIB. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar