Peristiwa

Satlantas Bojonegoro Rekomendasikan Taman Bundaran Jetak Dipugar

Taman Bundaran Jetak di Kelurahan Jetak Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Taman Bundaran Jetak yang ada di simpang empat Kelurahan Jetak, Kabupaten Bojonegoro baru selesai dibangun akhir 2019 dengan pagu anggaran Rp 360 juta.

Namun, belakangan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bojonegoro merekomendasikan agar Pemkab Bojonegoro memugar bangunan yang mengangkat tema kuncup bunga yang akan mekar tersebut.

Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Bambang Prakoso mengatakan rekomendasi untuk pemugaran taman bundaran Jetak itu dilakukan karena bangunan yang berada di tengah jalan terlalu tinggi.

Selain itu, lanjut dia, bangunan sebagai ikon Bojonegoro itu mempersempit perspektif pandangan pengendara. Penyesuaian itu meski tidak ada aturan hukumnya, namun dinilai akan mengurangi tingkat kecelakaan pengendara.

“Kami sudah bersurat ke Pemkab dan sudah ditindaklanjuti dan akan disesuaikan seperti apa. Eksekusinya tinggal menunggu anggaran kayaknya,” ujar Bambang Prakoso, Rabu (26/2/2020).

Selain di bundaran Jetak, Satlantas juga memberi rekomendasi kepada Pemkab Bojonegoro untuk segera menyesuaikan bangunan Bundaran Adipura yang ada di Kelurahan Sumbang. “Karena jumlah volume kendaraan yang melintas di Bojonegoro sekarang juga semakin tinggi,” lanjutnya.

Sementara diketahui, taman bundaran Jetak dibangun sesuai dengan kondisi Bojonegoro saat ini. Menurut Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Pemkab Bojonegoro Welly Fitrama, bangunan itu menjadi ikon Bojonegoro.

Menurut Welly, bangunan tersebut merupakan penggambaran Kabupaten Bojonegoro dengan potensi yang dimiliki akan maju dalam segala bidang kehidupan masyarakat (seperti kuncup bunga yang akan mekar).

“Dalam pembangunannya memperhatikan atau berwawasan lingkungan, dimana di dalamnya kuncup bunga itu ada juga akan dimasukkan unsur dari elemen-elemen Bojonegoro Produktif (Tagline Bojonegoro,red),” terangnya. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar