Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Satgas PMK Magetan Sekat Jalur Cemoro Sewu, Pantau Mobilitas Hewan Ternak

Penyekatan di Jalur Cemoro Sewu

Magetan (beritajatim.com) – Satuan Tugas PMK Kabupaten Magetan bersama Kepolisian dan TNI melakukan penyekatan mobilitas keluar masuk kendaraan hewan ternak. Langkah ini untuk memantau dan mencegah kemungkinan masuknya hewan ternak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke wilayah Magetan.

Tim gabungan melakukan pengecekan di cek point perbatasan Cemoro Sewu Magetan. Sasarannya adalah truk maupun mobil bak terbuka yang membawa hewan ternak baik masuk atau keluar dari wilayah Kabupaten Magetan.

Kapolres Magetan, AKBP Yakhob Silvana Delareskha, mengungkapkan kegiatan pelaksanaan check point penyekatan untuk mengawasi dan membatasi mobilitas distribusi hewan baik sapi, babi, kambing dan hewan ternak berkuku dua lainnya yang masuk maupun keluar wilayah Kabupaten Magetan.

Selain itu, untuk memperketat pengawasan keluar masuknya distribusi hewan ke wilayah Kabupaten Magetan, terkait pencegahan wabah PMK pada hewan ternak.

“Kegiatan pemantauan mobilitas hewan di posko Check point cemoro sewu akan terus dilaksanakan dan petugas gabungan kami siapkan 24 jam di Posko yang telah disiapkan. Ini sebagai upaya pencegahan, kendaraan yang mengangkut hewan ternak tanpa dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) akan diarahkan untuk putar balik dan membuat SKKH di tempat asal pembelian ternak,” jelasnya, Rabu (1/6/2022).

Pihaknya siap bekerja sama dengan dinas terkait untuk melakukan patroli dan melakukan pengawasan terhadap aktivitas keluar masuk hewan ternak di wilayah Kabupaten Magetan serta melakukan patroli terpadu di tingkat kecamatan dan sentra-sentra peternak sapi dan ternak lainnya dengan terus memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk tetap tenang.

Yakhob menghimbau kepada masyarakat, terkait wabah Penyakit Mulut Dan Kuku pada hewan ternak agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Dari informasi dari para pakar bahwa penyakit mulut dan kuku pada ternak tidak menyebabkan gangguan kesehatan kepada manusia.

“Agar seluruh elemen masyarakat juga turut berperan aktif melakukan pengawasan terhadap kasus PMK ini, terutama untuk antisipasi dan menanggulangi penyebaran virus PMK menjelang Idul Adha nanti,” tambahnya. (fiq/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar