Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sapi Milik Warganya Sakit, Kadus di Ngawi Tak Mau Menyerah Tangani PMK

Ngawi (beritajatim.com) – Wabah PMK kini tengah jadi masalah yang coba dihentikan banyak pihak. Akibat wabah ini, para peternak mengalami kerugian ekonomi dengan angka yang cukup besar.

Kepala Dusun Tanjungrejo, Desa Kayutrejo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Suroto, mengakui wabah tersebut telah masuk ke wilayahnya. Sejauh ini, dia mencatat 95 ekor sapi milik warganya terjangkit PMK dengan tingkat kematian mencapai tiga ekor.

“Total junlah sapi di dusun ini sebanyak 95 ekor, semuanya sakit PMK. Sakitnya berupa mengeluarkan banyak liur, kuku berdarah dan lepas, lemas. Tiga ekor sapi sudah mati minggu lalu. Kemudian , satu ekor sudah dijual. Tadinya ditawar Rp20 juta waktu masih sehat. Karena sakit akhirnya cuma laku Rp5 juta saja,” kata Suroto, pada beritajatim.com, Rabu (22/6/2022)

Sunoto telah melaporkan hal ini ke pemerintah desa setempat. Tetapi, belum ada tindak lanjut dari pemerintah.

Sunoto tak bisa berbuat banyak. Meski begitu, dia tak akan menyerah untuk memperjuangkan warganya yang sudah tak berdaya mengobati sapi.

Dia menyebut sempat ada kunjungan dari dinas terkait beberapa waktu lalu namun tidak sampai ke dusunnya. Padahal, di dusun itulah mayoritas warga memelihara sapi, mulai jenis simetal, limosin, hingga peranakan Ongole.

Parahnya, semua sapi tersebut sempat menderita sakit meski beberapa ada yang sudah berangsur pulih. Warga pun berusaha sendiri mengobati ternaknya.

“Ada yang bahkan diberi bubur nasi agar sapinya tetap dapat asupan makan. Untuk perawatan kaki ada yang pakai semprotan biasa, ada juga yang dibersihkan biasa pakai air dan sabun,” katanya.

Dia mengharap segera ada tindak lanjut untuk warganya. Dia ingin agar pemerintah kabupaten memberikan perhatian lebuh pada warganya. Dengan tiga ekor mati dan satu ekor dijual murah maka kerugian sudah mencapai puluhan juta rupiah. (fiq/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar