Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sapi Limosin Betina Mati dengan Mulut Berbusa Gegerkan Banaran Kota Kediri, Dicurigai Terjangkit PMK

Seekor sapi betina jenis Limosin di Banaran, Kota Kediri ditemukan mati dengan kondisi mulut mengeluarkan busa. Gejala ini dicurigai sapi tertular wabah PMK (Ist)

Kediri (beritajatim.com) – Warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri digegerkan temuan sapi limosin betina mati dengan mulut mengeluarkan busa. Sapi milik salah satu warga bernama Bejo tersebut dicurigai terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku lantaran mengalami gejala yang serupa.

Bejo mengatakan sapinya berumur 14 bulan itu ditemukan mati pada Kamis dini hari (19/5/2022). Dia khawatir sapinya tertular wabah PMK yang saat ini sudah merambah beberapa daerah di Jawa Timur.

“Diketahui pada pukul 01.00 WIB, dari mulutnya keluar cairan yang berbusa dan kondisinya sudah tidak bergerak,” kata Bejo kepada anggota Polsek Pesantren yang datang untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.

Sejak Rabu (18/5/2022) kemarin, kata Bejo, sapinya sudah menunjukkan gejala kurang sehat. Saat memberi pakan rumput sekitar pukul 07.30 WIB, Bejo menyaksikan sapinya tak mau makan maupun minum.

Pemilik sempat berusaha menyuapi sapi dengan rumput. Tetapi sapi tetap tak mau makan.

Mengatahui sapinya kurang sehat, Bejo kemudian memanggil manteri hewan untuk memeriksa kondisi kesehatan ternaknya. Meskipun telah diperiksa dan disuntik, sapi itu tetap saja tak mau mengunyah.

Sampai akhirnya sapi ditemukan mati, pada hari ini oleh pemiliknya. Bejo kemudian mengadukan kejadian ini kepada perangkat kelurahan lalu diteruskan ke Polsek Pesantren.

Petugas dari Polsek Pesantren bersama Koramil setempat dan kelurahan datang ke lokasi. Demikian juga pegawai dari UPT Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri untuk melakukan pemeriksaan terhadap sapi.

Kasi Kesehatan Masyrakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Kota Kediri, drh. Pujiono, menerangkan dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan luka pada tubuh sapi. Baik itu luka di mulut maupun kuku.

Tetapi pada tubuh sapi didapati kutu jenis kutu anjing. Sehingga sapi tersebut didiagnosa mengalami kekurangan darah akibat gigitan kutu.

“Tidak ditemukan gejala PMK. Namun, kematian sapi dikarenakan kurang bersihnya kandang maupun terhadap hewan ternak yang jarang dimandikan sehingga terkena Kutu Anjing,” kata Puji.

Setelah dipastikan tidak terjangkiti PMK, bangkai sapi dikuburkan. Sebelum dikubur, sapi sempat disemprot cairan disinfektan termasuk pada area kandang.

“Kami mengimbau kepada pemiliknya agar kandang dibersihkan dengan disinfektan maupun dengan air yang mengalir,” kata Kapolsek Pesantren, Kompol Suyitno.

Sementara itu, hadir dalam pemeriksaan ini, Kapolsek Pesantren, Wakapolsek Pesantren, Kanit Intelkam Pesantren, Kabid peternakan Ali Mansur, Kasi Keswan Harisodin, Kasi kesmafet drh. Pujiono dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Banaran. [nm/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar